Mantan Bupati Diperiksa Terkait Korupsi Kapal Cargo Sorsel Indah

0
224
Kabid Humas Polda PB, AKBP Hary Supriyono

MANOKWARI,TN- Setelah dua periode membangkang terhadap panggilan penyidik terkait sejumlah kasus hukum yang melilitnya, akhirnya mantan Bupati Sorong Selatan, Drs Otto Ihalauw,M.A memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse dan kriminal khusus Polda Papua Barat.

Penguasa Kabupaten Sorong Selatan dua periode itu hadir di ruangan penyidik unit Tindak Pidana Korupsi tepat pukul 09.00 WIT dengan didampingi kuasa hukumnya untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal CargoSorsel indah.

Kapolda Papua Barat melalui Kabid Humas, AKBP Hary Supriyono saat dikonfirmasi membenarkan pemanggilan dan pemeriksaan Otto Ihalauw itu sebagai saksi, karena sesuai petunjuk Jaksa dalam P-19 memerintahkan harus dimintai keterangan dari yang bersangkutan.

“Iya, beliau (Otto Ihalauw) dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi, apabila ditemukan 2 alat bukti agar dapat diminta pertanggung jawaban hukum, kan petunjuk P-19 kejaksaan tinggi papua harus diminta keterangan dari dia” kata Kabid humas kepada wartawan disela-sela kunjungan Kapolri ke Mapolda Papua Barat yang baru di Maripi, Manokwari, Minggu (13/08/2017)

Supriyono menjelaskan, sesuai petunjuk P-19 Jaksa Peneliti Kejati Papua, memerintahkan kepada penyidik Polda Papua Barat untuk selain meminta keterangan mantan bupati Sorsel, Otto Ihalauw, juga menetapkan tersangka terhadap Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen
melakukan pemeriksaan terhadap Mantan Bupati Sorsel, Otto Ihalauw, ” ucap Kabid Humas

Penyidik Direktorat Reskrimsus juga melakukan pemeriksaan tambahan terhadap ahli auditor BPKP Perwakilan Provinsi Papua Barat.
Sebelumnya, penyidik telah mengambil keterangan dari 15 orang di Kabupaten Sorong Selatan sebagai saksi, pemeriksaan 4 ahli diantaranya, ahli perhubungan pada Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, ahli Depdagri RI di Jakarta, ahli LKPP RI di Jakarta dan ahli BPKP Perwakilan Provinsi Papua Barat di Manokwari.

Untuk diketahui bahwa Penyidikan kasus ini adalah dugaan korupsi penyalahgunaan dana APBD Kabupaten Sorong Selatan Tahun Anggaran 2007 pada Dinas Perhubungan untuk kegiatan pengadaan kapal kargo Sorsel Indah senilai Rp 4.404.787.000.
Berdasarkan hasil audit Ahli BPKP Provinsi Papua Barat telah terjadi kerugian negara dari kegiatan pengadaan kapal kargo tersebut sebesar, Rp 1.204.351.818.18 dengan tersangka MN DKK.

Kasus ini juga telah disupervis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga penyidik Polda Papua Barat tidak main samping untuk menutupnya. Penyidik akan bekerja keras untuk melengkapi syarat formil dan materil dalam P-19 Jaksa Peneliti Kajati Papua.

Tinggalkan Komentar