Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kajati Papua: pengusutan korupsi didukung bukti bukan target

0 0

Timika TN.Com – Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Fachruddin Siregar menegaskan pengusutan kasus korupsi harus didukung dengan bukti-bukti yang memadai, bukan terkesan dipaksakan untuk menzalimi seseorang berdasarkan “target-targetan” tertentu.
“Kalau memang ada, ya harus diusut dan diproses sampai tuntas. Kalau tidak ada, jangan dipaksakan. Nanti menzalimi orang. Jangan jadi `target-targetan`,” kata Fachruddin saat dihubungi dari Timika, Jumat.
Ia mengingatkan agar jajaran Adhyaksa mengedepankan sikap profesionalisme dalam pengusutan kasus-kasus korupsi.
Dengan demikian, katanya, upaya penegakan hukum yang dilakukan tidak bias.
“Upaya penegakan hukum yang kita lakukan semata-mata untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat, bukan untuk mencari-cari kesalahan seseorang,” jelasnya, seperti yang dilansir antara
Tahun ini Kejaksaan Tinggi Papua mendapat alokasi anggaran untuk menangani tiga kasus korupsi.
Anggaran pengusutan kasus korupsi yang diterima Kejati Papua itu, katanya, sama dengan tahun sebelumnya.
Meski memiliki anggaran terbatas, pada 2016 Kejati Papua dapat menangani perkara korupsi sebanyak 21 kasus.
Fachruddin mengatakan guna mengusut puluhan kasus korupsi di Papua itu maka Kejati Papua harus mengalihkan anggaran dari program dan kegiatan lain.
“Caranya dengan mengalihkan anggaran dari kegiatan dan program yang lain. Sepanjang itu tidak menyalahi prosedur atau mengambil uang negara secara tidak resmi maka kami bisa menggunakan dana yang ada untuk digunakan dalam pengusutan kasus-kasus korupsi,” jelasnya.
Adapun anggaran yang diberikan ke Kejaksaan Negeri Timika guna pengusutan kasus korupsi tahun ini hanya untuk satu kasus.
Pada Selasa (21/2), Kajati Papua Fachruddin Siregar menerima penyerahan hibah gedung perkantoran Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Pemkab Mimika.
Gedung perkantoran TP4D yang berada di kawasan Kantor Kejaksaan Negeri Timika Jalan Agimuga Mil 32, Distrik Kuala Kencana itu diserahkan oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng. (*)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: