Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Terbangun, Moncong Pistol Sudah Di Depan Wajah

0 411

Fakfak, TN –  Mimpi indah NH (19), tersangka Pelaku curanmor dengan 4 TKP, langsung buyar dan berganti dengan keringat dingin. Pasalnya, tim buser Polres Fakfak yang dipimpin KBO Reskrim, Ipda. Slamet Eko R, S.H., Rabu (25/7) siang tadi, meringkusnya saat dirinya tengah menikmati tidur siang di sebuah rumah di daerah workshop, Jalan Kokas, Fakfak.

Betapa terkejutnya NH, ketika di wajahnya menempel ujung revolver anggota Reskrim Polres Fakfak, yang beberapa hari ini memang sedang memburunya. NH diduga kuat sebagai pelaku curanmor di empat TKP di sekitar Fak-fak kota.

“Sebelumnya, satu pelaku dengan inisial AI (19) yang kos di RT 19 Wagom, kami ringkus pada Selasa (24/7), ketika hendak bertransaksi dengan masyarakat, sebelumnya sudah curiga karena motor yang ditawarkan harganya dibawah harga pasaran,” jelas Eko.

Atas laporan warga yang curiga tersebut, beberapa anggota Reskrim melakukan pengintaian di sekitar Panca Rijang, Wagom.

“Akhirnya, sekira pukul 15.00 WIT, AI kami tangkap saat bertransaksi. Barang bukti yang kami amankan saat itu antara lain, 1 unit motor mio, 1 set kunci T, STNK, ATM dan kami sita juga 1 motor yamaha vixion, hasil pengembangan kasus,” imbuh Eko.

Dijelaskan Eko, polisi akan segera mengamankan 2 motor lagi yang menjadi barang bukti aksi curanmor “duo konco” ini. Selama ini, keduanya selalu “bekerja sama” dan menikmati hasilnya bersama-sama pula.

“2 motor hasil kejahatan mereka masih ada di daerah Kelapa Dua, Bintuni. Dalam waktu dekat akan kami ambil,” kata Eko.

“Mereka menjual hasil kejahatannya di Bomberay dan Bintuni. Sedangkan TKP 4 motor tersebut di sekitar Masjid Raya Fakfak, Jalan Kokas dan Tanjung Wagom,” tambahnya.

Saat ini, duo konco itu “reuni” di sel tahanan Mapolres Fakfak, menunggu pengembangan kasusnya. Sebab, boleh jadi barang bukti akan bertambah.

Dengan pengungkapan kasus curanmor ini, sudah saatnya masyarakat lebih hati-hati saat meninggalkan kendaraannya. Sebaiknya, untuk mengamankan kendaraannya, perlu ditambah dengan kunci tambahan. Apalagi, motor-motor di Fakfak, sebagian besar diparkir di pinggir jalan, bukan di dalam rumah atau garasi.