Sidak, Polda PB Sita Berbagai Bahan Pangan Kadaluarsa

0
111
Ketua tim operasi Mansinam II Tahun 2017, Kombes Pol Parlindungan Silitonga, S.IK didampingi Direskrimum dan Ditresnarkoba melakukan pemeriksaan terhadap barang kadarluarsa di salah satu di Manokwari, Rabu (07/06/2017)

Manokwari,TN- Operasi Pekat Mansinam II Tahun 2017 yang digelar oleh Polda Papua Barat bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari dan Disperindag Provinsi Papua Barat, Rabu (07/06/2017) berlangsung di toko dan gudang pada wilayah Manokwari.

Kegiatan Inspeksi mendadak (SIDAK) ini dipimpinan Direktur Ditreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol. Parlindungan Silitonga, SIk didampingi Dirreskrimum, Kombes Pol. Bonar Sitinjak, SST, MK, S.H, M.Hum dan Dirnarkoba Kombes Pol Awin Sipayung, SIk, MH. bersama anggota Polda Papua Barat, BPOM serta Disperindag Pemprov.

Sejumlah barang kadarluarsa dengan berbagai jenis diamankan tim operasi Mansinam II tahun 2017 di tiga toko dan gudang wilayah Manokwari, Rabu (07/06/2017)

Tiga tempat yang menjadi dilaksanakan Sidak yakni toko Bandang, supermarket Orchid dan toko Permata Indah. Hasil yang ditemukan sungguh mengejutkan, terdapat berbagai produk pangan kadaluarsa yang sudah tidak layak dikonsumsi seperti bumbu penyedap ajinomoto, belasan toples permen karet, selai strawberi, snack kacang,minuman big cola dan kacang garuda.

Parahnya lagi, ditemukan puluhan ton beras campuran yang telah kadaluarsa tidak layak dikonsumsi berulat dan banyak kutu. Tidak hanya bahan pangan, pembalut wanita yang merupakan salah satu merek ternama juga ditemukan telah telah memasuki masa kadaluarsa.

Tim gabungan melakukan sidak di Supermarket Orchid, Jalan Merdeka, Manokwari, Rabu (07/06/2016)

“Makanan yang kadaluarsa sangatlah berbahaya bagi tubuh oleh karena itu kita tetap harus berhati-hati dengan adanya resiko terkena keracunan makanan mengingat makanan berkadaluarsa bisa saja terkontaminasi bakteri berbahaya” ucap ketua tim

Ketua tim operasi pekat Mansinam II Tahun 2017, Kombes Pol Parlindungan Silitonga,S.IK mengatakan, berkaitan dengan kadaluwarsanya suatu barang, salah satu perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha, khususnya terkait produksi dan perdagangan barang/jasa.

Penyidik Ditreskrimum sedang memeriksa barang kadarluarsa

Menurut Pasal 8 ayat (1) huruf g UU Perlindungan Konsumen, yaitu tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu, termasuk unsur pidana.

Ancaman pidana bagi pelaku usaha yang melanggar larangan tersebut berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen adalah pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
Barang bukti kadarluarsa tersebut telah diamankan di Mapolda Papua Barat untuk dimusnahkan.(***)

Tinggalkan Komentar