Sakit Hati Hingga CLBK, Istri Diduga Aktor Pembunuhan Suami

0
364
Anggota buser Polres Manokwari kawal dua TSK Kasus pembunuhan Juragan Coto Maduraja Wosi, saat kapolda PB Press Release di Mapolres Manokwari, Senin (08/05/2017)

MANOKWARI,TN- Tim Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Kepolisian Resor (Polres) Manokwari akhirnya berhasil mengungkap dan menangkap pelaku misteri kematian Abdul Hakim Hafid (57), juragan Coto Makassar yang ditemukan bersimbah darah dirumahnya komplek Maduraja Pasar Wosi, awal April lalu.
Korban (Abdul Hakim Hafid, red), diduga tewas ditangan AY dan dibantu sang istri korban (YR).Hal ini diungkapkan Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Martuani Sormin Siregar,M.Si. Dikatakannya, bahwa motif pembunuhan ini, lantaran sakit hati dan dendam hingga jalinan hubungan terlarang alias Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) antara pelaku AY dan istri korban YR.
“Motifnya, bahwa korban sering menganiaya dan mengancam, hingga membuat sakit hati istrinya, ketika YR minta cerai, korban tidak mau. Jadi mungkin ini akibat sakit hati, dendam, hingga YR curhat sama teman lamanya (pelaku, red). Kemudian akhirnya menarik solusi yang jelek untuk melakukan pembunuhan. Yang kami pastikan bahwa pelaku dan istri korban ini memiliki hubungan khusus atau CLBK,” kata Martuani yang didampingi Kabid Humas polda Papua Barat AKBP Hary Supriono, Kapolres Manokwari AKBP Christian Rony Putra dan Kasat Reskrim AKP Aries Diego Kakori dihadapan awak media saat menggelar jumpa pers di Mapolres, Senin (08/05/2017).
Martuani pun menjelaskan lebih jauh, bahwa berdasarkan bukti percakapan pada handphone milik YR yang diamankan dan berhasil dilacak, meski sebelumnya dihapus, kedua pelaku ini intens berkomunikasi hingga merencanakan membunuh tersebut.
“Ini semua unsur perencanaan karena sesungguhnya pelaku AY (49) ini, didatangkan dari Makassar, serta ini semua sesui pesanan YR (45). Jadi kepada kedua tersangka kami kenakan pasal pembunuhan dengan perencanaan 338 dan 340 KUHP,” tegas Kapolda.
Dibeberkan juga, saat kejadian, korban tengah tertidur dalam kamarnya bersama YR dan putranya. Kemudian pelaku masuk dalam rumah dengan mudah dan mendatangi korban dan mencekinya, meski korban sempat melakukan perlawanan.
“Kami yakin istrinya turut membantu pembunuhan itu, dan dari modus yang dilakukan dengan 11 tusukan, itu hanya bisa dilakukan dengan unsur perencanaan,” ujar Martuani.
Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si saat memimpin langsung jalannya Press Release pengungkapan Kasus pembunuhan bertempat diruangan data Polres Kota Manokwari di dampingi langsung Periwira utama Polda, Kapolres Manokwari AKBP.CH.Rony Putra, S.IK dan Kasat Reskrim AKP Aries Diego Kakori dan Tim Gabungan sangat mengapresiasi keberhasilan kerja keras Tim penyidik gabungan yang telah dibentuk dalam mengusut tuntas pengungkapan kasus sadis tersebut. dimana setelah proses penyelidikan selama kurang lebih sekitar tiga minggu sejak kematian Alm. H.Abdul Hakim pada 09 april 2017 lalu.
“Pelaku (AY), datang dari makasar ke manokwari terhitung mulai dari tanggal 07 april 2017 – 10 april 2017. Adapun kedatangan pelaku (eksekutor,red) merupakan permintaan dari istri korban Alm. H .Abd.Hakim. Pelaku pun saat usai menghabisi korban masih sempat berlalu lalang di sekitar TKP. Bukan hanya itu, pelaku juga berusaha saat itu menghilangkan alat bukti,”Jelas Kapolda
Jendral Bintang satu ini juga dengan tegas menyatakan bahwa, pada informasi pemberitaan sebelumnya yang menyatakan hal ini merupakan kasus perampokan dan pembunuhan adalah tidak benar. Sebab jika perampokan modusnya jelas ada pengurusakan dan unsure cara melukai korbannya pun pasti berbeda.
Kapolda menuturkan hasil pengungkapan kasus ini pun selain berdasarkan berbagai pengujian atas barang – barang bukti (BB) termasuk uji DNA, bercak darah ditembok dan pintu, petunjuk penguatan dari rekaman CCTV yang didapatkan dari kantor Pegadaian yang bersebelahan dengan TKP sangat turut membantu.
Menurut kronologi, hingga penangkapan tersangka dimulai saat Tim Buser Reskrim mulai melakukan identifikasi awal dan akhirnya menyimpulkan satu tumpuan dugaan Tersangka berdasarkan kesaksian anak korban, yang kemudian pada tanggal 03 mei 2017, tim Buser Polres Manokwari yang tergabung dalam Tim gabungan berangkat ke Makasar dan mulai melakukan pengintaian terhadap tersangka. Alhasil pada
tanggal 04 mei sekitar pukul 2.40 Wita di UD. Juana trans Kawasan pergudangan kima, Jl. Kapasaraya no.69 Kelurahan Bira, Kec. Tamalan Raya Kota Makasar, Pelaku (A.Y) berhasil diringkus tim gabungan Resmob Polda Sulsel di Reskrimum, dan tim gabungan Polda papua barat serta Tim buser manokwari, dan kemudian dikawal ketat hingga ke Kota Manokwari guna mempertanggung jawabkan perbuatannya bersama sang otak terjadinya unsure pembunuhan terencana ini yakni alm. Istri korban H. Abd.Hakim, atau (YR) yang juga tidak lain merupakan mantan kekasih lama dari tersangka (AY) sendiri.(*)

Tinggalkan Komentar