Rico Sia dan Roy Letlora Bebas Tak Murni

0
245

Manokwari TN.Com- Komisaris PT Putra Papua Perkasa, Rico Sia dan mantan Plt Kepala Cabang Bank BNI Manokwari, Roy Letlora akhirnya menghirup udara segar, setelah sebelumnya mendekam di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Manokwari karena diduga terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Rp 78 milyar.

Bebasnya mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Sorong Selatan berdasarkan amar putusan kasasi Mahkamah Agung nomor 2719 K/ PID SUS/ 2016 tanggal 20 Maret 2017

Yang menyatakan bahwa, menolak permohonan kasasi I / Penuntut Umum pada kejaksaan negeri Manokwari. Mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon II/ Terdakwa Rico Sia tersebut.

Membatalkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada pengadilan tinggi Jayapura nomor : 32/ Pid.Sus-TPK/2016/PT JAP tanggal 27 September 2016 yang menguatkan putusan pengadilan tindak pidana korupsi tingkat pertama, pengadilan negeri Manokwari nomor : 04/ Pid.Sus- TPK /2016/ PN Mnk tanggal 20 Juni 2016.

Dalam amar putusan MA ini mengadili sendiri terdakwa Rico Sia, menyatakan terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya, akan tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan kejahatan atau pelanggaran.

Menetapkan barang bukti berupa Dokumen/ Surat nomor 1 sampai 59 dikembalikan kepada penuntut umum untuk dipergunakan dalam perkara lain dan membebankan biaya perkara pada semua tingkatan peradilan kepada negara.

Kemudian melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya. Memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan.

Sedangkan terdakwa Roy Letlora juga dibebaskan dari tuntutan hukum berdasarkan Petikan amar putusan kasasi Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor : 2727 K/ PID SUS/ 2016 tanggal 20 Maret 2017.

Isi petikan amar putusan kasasi MA kepada mantan Plt kepala cabang Bank BNI Manokwari ini sama dengan isi amar putusan kasasi Komisaris PT Putra Papua Perkasa.

Sebelumnya kedua terdakwa, Rico Sia dan Roy Letlora didakwa Jaksa Penuntut Umum melakukan tindak pidana korupsi sesuai pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menindaklanjuti amar putusan Mahkamah Konstitusi maka kejaksaan negeri Manokwari sebagai eksekutor telah mengeluarkan Rico Sia dan Roy Letlora dari Lapas Klas II B Manokwari, Kamis (23/03/2017) pukul 14.00 WIT

Hal ini dibernarkan Plh Kejari Manokwari, Irvan Bilaleya,SH,M.H saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya,  Jumat (24/03/2017)

Menurut analisa yuridisnya, amar putusan kasasi mahkamah agung ini mengarah pada putusan Onslag atau perbuatan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sesuai dakwaan tetapi tidak merupakan suatu tindak pidana, maka Rico Sia dan Roy Letlora dilepas dari segala tuntutan hukum.

Seperti dikutib dari amanat pasal 191 ayat (1) dan (2) kitab undang-undang hukum acara pidana tentang putusan bebaa dan putusan lepas.

“Kami sudah melaksanakan putusan kasasi MA kemarin dan hari ini (Jumat) melalaporkan kepada Kajati Papua, nanti menunggu sikap Kajati selanjutnya kami JPU siap melaksanakan” ujar Kasie Intel Kejari Manokwari itu.(ars) a

Tinggalkan Komentar