Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Rabu, Kasus Pembunuhan Direkonstruksi

0 428

Fakfak,TN – Kepolisian Resor Fakfak, merencanakan melakukan reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan Maria Sudiana Anggrianto pada Rabu (14/3) mendatang.

Demikian disampaikan Kasat reskrim Polres Fakfak, AKP. Misbachul Munir, S.I.K. Senin (12/3) pagi tadi.

“Rencananya rekonstruksi kami gelar Rabu depan. Mudah-mudahan tidak ada perubahan,” jelas Munir.

Ditambahkan Munir, pihaknya hingga kini masih memperdalam keterangan para saksi, termasuk keterangan para tersangka.

Menurutnya, tambahan keterangan sangat diperlukan guna memperjelas, peranan masing-masing tersangka.

“Saat ini gambaran peranan masing-masing tersangka sudah jelas. Namun kami masih memperdalam keterangan mereka dan saksi-saksi,” jelas Munir. “Hingga kini empat bersaudara yang diduga kuat sebagai pihak yang merencanakan pembunuhan tersebut, masih menyangkal keterlibatannya. Tidak masalah. Itu hak mereka. Namun yang berbicara adalah fakta hukum,” imbuh Munir.

Munir juga mengklaim telah memiliki bukti yang cukup, adanya komunikasi antara Nel si eksekutor, dengan mereka, baik sebelum maupun sesudah pembunuhan.

Yang mengejutkan, menurut penjelasan pihak kepolisian, ternyata diantara keluarga mereka juga terjadi kelompok-kelompok. Dan, kelompok Net, dijuluki sebagai kelompok suwanggi.

Munir juga menjelaskan bahwa, bisa saja jumlah tersangka akan bertambah. Hal itu tergantung hasil pendalaman keterangan yang saat ini terus dilakukan.

“Bisa saja tersangkanya bertambah. Kita lihat saja nanti. Dan dalam rekonstruksi nanti, juga akan membuat kasus ini semakin jelas,” ujar Munir. “Dan kemarin, kami sudah menyerahkan beberapa perhiasan emas dan emas batangan kepada pihak keluarga. Perhiasan tersebut sempat kami amankan saat olah TKP di awal kejadian,” lanjutnya.

Disinggung kapan Net akan keluar dari RSUD Fakfak, Munir menjelaskan bahwa, pihaknya menunggu keterangan dari dokter yang merawat Net.

“Jika dokter menyatakan Net sehat, kami akan segera membawanya ke LP. Dititipkan disana karena kami tidak memiliki ruang tahanan khusus wanita,” ujar Munir.

Disisi lain, La Iriani, SH. pengacara para tersangka yang disediakan oleh negara, menjelaskan bahwa, hingga saat ini keempat tersangka, diluar eksekutor, masih bingung, tidak tahu posisi dan keterlibatan mereka dalam kasus tersebut.

“Mereka bingung, keterlibatannya dalam masalah ini apa. Jangan sampai si eksekutor asal sebut nama saja. Dan siang tadi saya juga sudah ketemu Net di RSUD Fakfak. Menurut Net, bukan dirinya yang mendatangkan Nel ke Fakfak, tapi pembantunya. Net juga mengaku tidak memberikan uang dua juta kepada Nel.

Menurut Net, saat itu Nel meminta uang padanya, tapi Net mengatakan bahwa dirinya tidak punya uang. Yang ada hanya 500 ribu.

Selain itu, menurut Net, Nel sebenarnya tidak bertujuan ke Fakfak, tetapi ke Timika. Yang meminta ke Fakfak pembantunya itu,” Jlentreh La Iriani.

Agaknya, polisi harus bisa memberikan bukti yang kuat. Dan perjalanan kasus ini bisa saja masih lama untuk bisa dikatakan selesai. Dalam pantauan media ini, beberapa kerabat para tersangka nampak menjenguk mereka. (wah)