Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Polres Akan Sosialisasikan Bahaya Narkotika Bagi Mahasiswa

0 250

Manokwari, TN – Kepolisian Resor (Polres) Manokwari, Papua Barat dalam waktu dekat akan melaksanakan sosialisasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Bahaya Narkotika bagi kalangan mahasiswa di wilayah tersebut. 

Kasat Narkoba Polres Manokwari, Iptu Jamhari menerangkan sudah merencanakan sosialisasi bahaya narkotika tersebut pada awal tahun ini di kalangan mahasiswa. Namun, sebelum melaksanakan program ini perlu dilakukan koordinasi antara para pimpinan perguruan tinggi yang ada sehingga kegiatan dimaksud bisa berjalan sesuai harapan. 

“Kalau pihak Kampus ingin melakukan lerjasama, maka kita sudah siap untuk melaksanakan sosialiasi bahaya penyalagunaan narkoba kepada mahasiswanya,” kata Jamhari kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (11/1)

Jamhari berharap agar program sosialisasi bahaya penyalagunan narkoba yang digalakan kepolisian bisa diterima oleh sejumlah perguruan tinggi yang ada di wilayah itu agar mahasiswanya tidak terjebak dalam melakukan tindak pidana kejahatan narkoba. 

“Mudahan-mudahan Universitas yang ada di daerah ini bisa diajak kerjasama agar supaya kita bisa mensosialisasikan bahaya narkoba kepada mahasiswanya,” cetuanya. 

Sebab, kata Jamhari, pada tahun 2017 lalu Polres Manolwari sudah melaksanakan program ini bagi kalangan pelajar tingkat SMA/SMK yang berada di Kampumg Warmare, Pasir Putih.

Dan rencananya dalam waktu dekat ini juga polisi akan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Manokwari guna melaksanakan kegiatan serupa bagi pelajar yang ada di Kampung Masni Manokwari. 

“Dalam kegiatan sosialisasi nanti kita akan memberikan beberapa materi tentang, bahaya HIV/AIDS, bahaya narkoba dan  perlidungan anak. Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menghindari pelanggaran hukum,” pungkasnya.

Salah satu motifasi polisi melaksanakan kegiatan ini karena perendaran narkoba di wilayah tersebut semakin meningkat.

Para pelaku kejahatan narkoba yang mengedarkan barang haram itu tidak hanya menyasar kalangan orang dewasa, tetapi mereka juga mengincar anak-anak di bawah umur yang masih mengenyam pendidikan. 

“Memamg berbagai langkah sudah kita lakukan, mulai dari upaya sosialisasi tentang bahaya narkoba sampai proses penegakkan hukum. Tetapi pelaku masih saja belum jerah,” ungkapnya. 

Terbukti, diawal tahun 2018 ini kepolisian setempat berhasil menangkap dua orang pelaku peredaran narloba berinisial

ODR (22) bersama barang bukti sepuluh paket kecil norkoba jenis ganja di Reremi Puncak, pada Senin (8/1). 

Sekira Pukul 15.30 WIT. 

Selanjutnya pada Selasa (9/1) Sekira Pukul 23:30 WIT, Polisi kembali meringkus seorang oknum mahasiswa asal Sorong beriniaial AH (25) di belakang Kantor Kehutanan Lama bersama barang bukti satu buah pakat narkoba jenis ganja, 84 plastik bening kosong, satu buah handphone dan uang tunai senilai Rp21 ribu. Proses penangkapan itu dilkukan berkat adanya laporan dari masyarakat setempat. (mel)