Polda PB Tetapkan 10 Tsk Penambang Emas Ilegal

0
101
Papua Barat
Press Release hasil penyelidikan dan penyidikan dugaan penambangan emas illegal oleh Polda PB

Manokwari TN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Papua Barat Akhirnya resmi melakukan prese release hasil penyelidikan dan penyidikan dugaan penambangan emas illegal di kali Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari.

Press release yang disampaikan Kapolda Papua Barat, Brigjend Pol Drs Martuani Sormin Siregar,M.Si didampingi PJU dan Satgas PETI di Halaman Mapolda Papua Barat, Jumat (05/05/2017)

Dalam keteragan persnya Kapolda menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan  320 orang yang diduga selama setahun terakhir mengetahui aksi penambangan ilegal emas tersebut, akhirnya telah di tetapkan sebanyak 10 tersangka.

Penetapan tersangka itu berdasarkan pemilahan tim penyidik gabungan Polda Papua Barat di back up Kodam XVIII Kasuari yang sebelumnya juga telah dimintai keterangan dari 80-an penambang/pendulang sebagai saksi.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan tindak lanjut Surat Perintah Kapolda Papua Barat Nomor : SPRIN/23/IV/2017,Tanggal 07 April 2017, tentang Operasi penambangan emas tanpa izin (PETI) Mansinam 2017.

Dari hasil penyidikan yang dipimpin Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua Barat, AKBP Junov Siregar, S.H, S.IK menetapkan 6 Tersangka yakni A.H,  S.F, H.S., R.L, A.L dan J.M Alias K. Sedangkan pada tim yang dipimpin Kaur Bin Ops Ditreskrimum,  AKBP ROMYLUS TAMTELAHITU, S.IK menetapkan 4 Tersangka yakni H.T, R.M, R.P dan H.A. Para tersangka terancam dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.10 Miliar rupiah. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal yang di sangkakan yakni pasal 158 dan pasal 161 Jo.164 UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si menegaskan, Meski lokasi penambangan emas illegal yang cukup jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki bisa menempuh  perjalanan 2-3 hari, Polda Papua Barat akhirnya dapat memberikan satu pembuktian publik dalam menumpas habis tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara ilegal di wilayah Provinsi Papua Bara, yang di back-up Pangdam XVIII/ Kasuari bersama prajuritnya.

“2600 gram telah tersita dengan uang sekitar 900 juta rupiah. Dimana dari sepuluh orang ini tiga diantaranya merupakan otak dari kegiatan ilegal ini,” Ungkap Kapolda

Sementara itu 1 buah helikopter telah tersita, alat berat exavator, puluhan cetakan perhiasan emas berupa anting, cincin, uang senilai Rp 900 juta serta beberapa alat perlengkapan yang digunakan para Tersangka untuk mendulang telah disita sebagai barang bukti.

Kapolda juga menegaskan dari hasil Operasi PETI yang telah berlangsung selama 21 hari ini, dipastikan masih akan terus dikembangkan. Mengingat beberapa alat berat pada lokasi penambangan liar tersebut akan terus ditelusuri keterlibatan para pemiliknya.

” Hal ini tetap akan dikembangkan. Dan jika terbukti akan dikenakan pasal 55 yakni turut serta terlibat dalam kasus penambangan tersebut,”Tegas Kapolda. (*)

Tinggalkan Komentar