Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Permohonan Praperadilan Ditolak, Kuasa  Hukum Frederik Iba Siapkan Langkah Lanjutan

0 634

Fakfak, TN – Seperti dipredisksi sejak awal, permohonan praperadilan yang dimohonkan oleh Frederik Iba, anggota DPRD Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otsus, akhirnya ditolak hakim. Hakim tungga yang menyidangkan masalah ini, Irvino, SH., menolak permohonan praperadilan pemohon, secara keseluruhan.

“Menolak permohonan praperadilan pemohon secara keseluruhan dan membebankan biaya perkara sidang praperadilan kepada pemohon,” ucap Irvino.

Sidang yang dimulai pada 17.42 dan berakhir pada 18.25 WIT ini, diawali dengan pemeriksaan Kuasa Hukum Frederick Iba dan Jaksa Kejari Kab Fakfak oleh Hakim Ketua.

Dengan ditolaknya permohonan praperadilan dari Frederik Iba, maka sidang praperadilan dinyatakan selesai.

Mendapati kenyataan ini, kuasa hukum Frederik Iba, Achmad Junaedy, SH. MH., menyatakan akan melakukan langkah langkah hukum berikutnya.

“Langkah ini merupakan proses yang belum selesai. Bagi kami, langkah memohon praperadilan ini adalah proses hak hak Pak Frederik Iba. Beliau adalah pejabat negara yang masih aktif dan tenaganya diperlukan. Untuk itu, kami akan mengajukan penangguhan penahanan, agar bisa menjadi tahanan kota,” jelas Junaedy.

“Rencananya, yang akan menjamin penangguhan adalah keluarga, Ketua DPRD Provinsi Papua Barat dan Ketua Fraksi Otsus. Jadi, langkah pertama kami akan koordinasi dengan Ketua DPRD dan Ketua Fraksi Otsus,” imbuhnya.

Sidang pamungkas ini dipimpin Hakim Ketua, Irvino, SH., dengan Panitera Aryandi, serta dihadiri oleh kuasa hukum Frederik Iba selaku pemohon, yakni Achmad Junaedy, SH. MH. dan Jimmy Manggaprouw, SH. Sedangkan dari pihak termohon, dihadiri oleh tiga jaksa yakni, Muji Ahmad Muthaqin, SH., Maria P D J Masella, SH. dan Ahmad Bagir, SH. (wah)