Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pelanggaran Helm Dominasi Operasi Zebra Mansinam 2018

0 24

Manokwari,TN -Pelaksanaan operasi zebra Mansinam 2018, pelanggaran pengedara yang tidak menggunakan helm masih mendominasi di Manokwari Ibu kota Provinsi Papua Barat.

“Pelanggaran tidak menggunakan helm oleh pengendara roda dua masih mendominasi dalam operasi zebra mansinam 2018 ini,” ujar Kasie Laka Subdiit Gakum Direktorat Lantas Polda Papua Barat, AKP Sunarko kepada wartawan saat menggelar operasi zebra gabungan di seputaran lampu merah Sinar Suri, Manokwari, Senin (5/11) malam.

Sunarko mengatakan, masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang penggunaan helm dalam berkendara, Padahal pengunaan helm ini untuk melindungi kepala saat terjadi kecalakaan.

Selain penggunaan helm lanjut AKP Sunarko, operasi zebra ini pihaknya memeriksa kelengkapan kenderaan mulai dari surat-surat, kaca spion hingga kelengkapan lainnya dan langsung dilakukan penindakan hukum bila terjadi pelanggaran.

“Siapa tau dari razia ini kita dapatkan kenderaan-kenderaan yang tanpa identitas,” ujarnya sembari mengakui bahwa selama ini belum ditemukan kenderaan bodong.

Mantan Kasat Lantas Polres Manokwari ini mengharapkan kepada masyarakat Papua Barat khususnya Kabupaten untuk tertib berlalu lintas, lengkapi kelengkapan kendaraan anda demi keselamatan semua orang di jalan raya.

Pelaksanaan operasi zebra gabungan mansinam 2018 ini diterjunkan 141 personil yang terdiri dari Pom TNI, Sat Brimob, Dit Sabhara, Dit reskrimum, Dit Intelkan, Bid Dokkes, dan Bid Propam Polda Papua Barat.

Usai pelaksanaan operasi zebra, ratusan kendaraan roda dua yang lengkap kelengkapannya langsung diangkut dengan menggunaka sejumlah truck dan dua tronton ke Mapolda Papua Barat. (*)

Ratusan Mahasiswa Uncen Demo Keluhkan Kemahalan Biaya SPP

Jayapura, TN – Ratusan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua dari semua jurusan meminta pihak Universitas menurunkan biaya SPP tahun anggaran 2018 yang dinilai tidak wajar.

Permintaan itu disampaikan para mahasiswa saat unjuk rasa di depan pintu utama gedung perkuliahaan Uncen baru, Perumnas III Waena Papua, Senin (5/10).

“Kami minta pimpinan Uncen menurunkan SPP. Oranh tua kami tidak mampu bayar SPP yang sudah sangat tinggi harganya,” ujar Franis Wasini, Koordinator Lapangan.

Pada kesempatan itu para mahasiswa ini membeberkan jumlah uang SPP di 9 Fakultas, dimana untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis awalnya hanya membayar SPP Rp2 juta naik menjadi Rp3,5 juta di Tahun 2018. Fakultas Fisip juga mengalami kenaikan hingga Rp2,6 juta per semester. Lebih parah lagi, Fakultas Kedokteran sebelumnya hanya membayar SPP Rp5 juta naik 50 persen menjadi Rp10 juta per semesternya.

Dengan kenaikan biaya SPP tersebut, muncul keberatan dari mahasiswa bahkan orang tua/wali, yang merasa harga tersebut terlampau sangat tinggi. Bahkan diduga nilai SPP juga terus mengalami kenaikan setiap semesternya.

Ketua DPMF Fakultas Fisip di Uncen, Mesias Sama, meminta rektor Uncen, Apolos Safanpo, agar memberikan jawaban dan alasan terkait kenaikan nilai SPP tersebut.

Bahkan mahasiswa mengancam akan mogok kuliah dan akan palang kampus jika pihak rektorat tidak memberikan kepastian terkait SPP tersebut.

“Kita tidak akan masuk kampus kalau tidak ada tanggapan, kami akan palang kampus selama sebulan bahkan sampai satu tahun,” jelasnya sembari meminta Rektor Uncen yang juga putra Papua seharus menghargai anak-anak asli Papua.

Menyikapi hal tersebut, Rektor Universitas Cendrawasih DR. Ir. Apolo Safanpo, mengaku akan mengkoordinasikan kembali soal biaya SPP setelah rapat bersama para dekan.

“Secepatnya kami akan cari solusinya, saya juga merasakan apa yang mereka rasakan saya minta kepada mahasiswa untuk tenang dan kembali belajar seperti biasa,” kata Rektor singkat. (*)