Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Misteri Kain Merah Dalam Kasus Pembunuhan Sudiana

0 640

Fakfak,TN – Dalam kasus pembunuhan Maria Sudiana Anggrianto, yang diduga kuat dilakukan oleh Nel pada Selasa, 27 Pebruari 2018 lalu, beredar isu bahwa, Nel yang mengaku berusia 22 tahun itu, adalah “tukang obat” atau dalam bahasa umum disebut “orang pintar”. Namun benarkan informasi yang sudah beredar luas di masyarakat itu?

Terus terang, bayangan Nel sebagai sosok “tukang obat” sedikit buyar ketika melihat Nel turun dari pesawat dalam kawalan Kasat reskrim Polres Fakfak, AKP. Misbachul Munir, bersama seorang anggota reserse dari Polres Aimas. Kebanyakan, “tukang obat” berusia matang. Meski dalam beberapa kasus, “orang pintar” tak selalu berusia tua.

Dalam press conference yang digelar Polres Fakfak pada Sabtu (10/3) kemarin, salah satu bukti yang ditunjukkan Kapolres Fakfak, AKBP. Deddy Foury Millewa, adalah sebilah parang dengan panjang sekitar 40 cm, yang terdapat kain merah. Parang inilah yang diakui oleh Nel, sang eksekutor sadis, dipergunakan sebagai senjata pamungkas untuk menghabisi nyawa korban, Sudiana.

Sebelum press conference digelar, kepada Nel sempat disinggung adanya kain merah dan hubungannya dengan “ilmu” yang dikabarkan dia miliki.

Dengan polos Nel menjawab, “Saya memang ada ilmu, tapi hanya dipergunakan untuk kebaikan saja. Saya hanya minum CT sebelum membunuh,”

Nel mengaku tidak menggunakan “kekuatan lain” –bahasa nyatanya adalah menggunakan jasa jin- yang berhubungan dengan kain merah itu, saat menghabisi korban. Dengan begitu, artinya saat melakukan pembunuhan, Nel hadir dalam keadaan normal, meski sempat minum CT sebelum membunuh malam itu.

Dalam press conference Sabtu siang kemarin, Kasat reskrim Polres Fakfak, AKP. Misbachul Munir menegaskan bahwa, kain merah adalah untuk membantu menguatkan pegangan tangan Nel ke parang.

“Parang ini ada kain merah yang gunanya untuk dililitkan di tangan untuk menguatkan pegangan,” kata Munir.

Nampaknya, inilah penjelasan yang cukup masuk akal. Namun, dalam dunia “kekuatan lain”, banyak benda yang digunakan sebagai syarat, untuk membuka hubungan dengan “kekuatan lain”, agar kekuatan itu merasuki seseorang. Menurut anda? (wah)