Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Miras Oplosan, Penyidik Tetapkan Satu Tersangka

0 298

KAIMANA, TN – Setelah gelar perkara terkait dugaan pengoplosan minuman beralkohol yang digrebek beberapa waktu lalu di salah satu apotik di Kaimana, penyidik unit sat res narkoba polres Kaimana menetapkan tersangka berinisial DK (64).

“Saat ini status tersangka sudah kami tingkatkan, yaitu sebelumnya masih menjadi terlapor, tetapi setelah gelar perkara ini sudah dinaikkan ke status tersangka. Penetapan tersangka ini juga, berdasarkan hasil penelitian sampel hasil oplosan tersangka di Badan POM Papua Barat (Manokwari),” ungkap kasat res narkoba, IPTU. Thamrin Siring ketika dikonfirmasi di Kaimana.

Sementara itu, hasil penelitian yang disampaikan oleh badan POM Papua Barat, bahwa kandungan etanol yang ada didalam oplosan tersebut, yaitu sebesar 18,55 persen. Sementara tidak ditemukan ada kandungan methanol didalam hasil oplosan tersebut.

“Jadi dari hasil ini juga dapat kami pastikan bahwa tidak ada zat-zat berbahaya yang ada dalam oplosan ini. Minuman beralkohol oplosan ini masih menggunakan campuran-campuran biasa. Tidak seperti oplosan yang dilakukan dibeberapa dareah yang kita tau melalui media online,” ujarnya.

Terkait dengan tersangka, lanjut Thamrin Siring, sampai saat ini tersangka masih belum ditahan oleh penyidik res narkoba dengan berbagai pertimbangan. “Pertama yang bersangkutan ini belum kita tahan, karena yang bersangkutan ini sudah tua sehingga sedikit kemungkinan untuk melarikan diri. Ada beberapa pertimbangan lainnya juga yang kami lakukan. Tapi tergantung pak kapolres. Kalau ada petunjuk dari pak kapolres bahwa tersangka ini harus kita tahan, maka kita akan melakukan penahanan terhadap tersangka,” pungkasnya.

Sedangkan tersangka DL, akan dikenakan pasal 204 ayat 1 KUHP dan pasal 137 sub pasal 140 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. Sehingga ancaman yang akan dijalani oleh tersangka bisa lebih dari lima tahun, jika benar-benar terbukti didalam persidangan.

Untuk itu, saat ini penyidik telah memanggil tersangka untuk mulai disidik, terkait penyahgunaan pangan dalam bentuk minuman beralkohol. “Sekarang kan sudah mau kami sidik. Ketika berkasnya siap, maka kami akan mengirimkannya ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya (rnw)