LP3BH : Diduga Oknum TNI “Sekap” Warga Manokwari

0
88
Ilustrasi Penyekapan

MANOKWARI,TN- Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) menduga beberapa oknum TNI melakukan “Penyekapan” terhadap warga sipil di Manokwari, Papua Barat.

Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, S.H, mengatakan, dugaan tersebut berdasarkan pengaduan dan permohonan perlindungan hukum dari warga Manokwari, Soleman Bosayor (40) di kantornya, Jum’at (11/08/2017) sekitar pukul 15.30 WIT

“Yang bersangkutan melaporkan bahwa adiknya bernama Hendrik Whisky Bosayor (30) telah dijemput oleh beberapa orang oknum anggota TNI dan telah “disekap” secara melawan hukum di sebuah kantor yang terletak di lokasi bekas Kantor PT.Coklat Ransiki (Cokran) di Sowi I Manokwari” ungkap Advokad Senior Papua ini melalui press releasenya yang diterima Teropong News, Jum’at (11/08/2017) malam.

Menurut keterangan Bosayor, adiknya Hendrik Whisky “dituduh” mencuri senjata api milik anggota TNI dari Kopassus yang hingga saat ini belum ditemukan, sehingga selama “disekap” di Sowi I, adiknya mengalami tindakan kekerasan dan dianiaya oleh sejumlah oknum anggota TNI tersebut.

Disampaikan pula bahwa Hendrik Whisky Bosayor sudah “dijemput’ dan “ditahan” secara melawan hukum oleh oknum-oknum anggota TNI tersebut sejak hari Jum’at, (04/08/2017) lalu dan hingga hari Jum’at (11/08/2017) sudah genap seminggu tanpa surat penangkapan maupun penahanan serta bukti-bukti hukum yang dapat dipertanggung jawabkan.

“Sehingga LP3BH Manokwari segera mempersiapkan langkah hukum guna mempersoalkan hal tersebut, termasuk melaporkan kepada petinggi TNI di Papua Barat maupun Jakarta.”tambah Yan

Hal ini penting karena jika ada warga sipil yang melakukan tindakan kriminal, maka yang berhak menurut amanat Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk memprosesnya adalah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan bukan “diambil-alih” oleh TNI, apalagi oleh oknum-oknum tidak bertanggung-jawab.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kodam XVIII/ Kasuari belum dapat dikonfirmasi terkait informasi kejadian ini.(***)

Tinggalkan Komentar