Kuasa Hukum : Ada Penghasut Yang Menggerakan Pelaku

0
59

Manokwari,TN.com- Kuasa Hukum korban, Willy Mariawasi, Muhidin DS Tokan,S.H mengatakan tindak pidana pengeroyokan yang dialami kliennya pada hari Sabtu (04/03/2017) pukul 21.00 WIT di kompleks Hotel Oriestom, Jalan Merdeka, Kabupaten Manokwari, pelaku terprovokasi penghasut.
Menurut pengacara kondang ibukota ini, kejadian yang dialami kliennya ini dilakukan lebih dari satu orang, dimana ada yang memggerakan atau menghasut sedangkan lainnya menganiaya korban.

“Kita tidak bisa menyatakan siapa yang menggerakan (penghasut) siapa yang menggerakan, kita tidak bisa menyatakan siapa yang melakukan karena masih dalam proses penyidikan” ungkap Muhidin saat menggelar konfrensi pers di Manokwari, Senin (27/03/2017)

Tokan menjelaskan, kasus yang dialami kliennya ini sudah dilaporkan ke Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua Barat sejak tanggal 4 Maret 2017 lalu namun tidak ditindak lanjuti.

Setelah korban Willy Mariawasi bersama pengacara menyambangi Mapolda Papua Barat, baru dilakukan penyelidikan lanjutan dalam hal ini permintaan keterangan saksi pelapor serta orang yang melihat kejadian itu.

“Setelah kami mendesak penyidik barulah perkara ini dilanjutkan, hari ini (Senin) penyidik Ditreskrimum Polda Papua Barat telah memeriksa 2 saksi yaitu pelapor (korban) dan yang melihat langsung kejadian itu” ujarnya.

Pihak korban akan mengajukan dua saksi lagi untuk memberikan keterangan kepada penyidik terkait penyebab terjadinya tindak pidana pengeroyokan terdahap korban, mereka akan hadir di Polda PB pada hari Kamis (30/03/2017)

“Jadi dalam hukum itu ketika dua alat bukti yang cukup maka penyidik akan memanggil orang yang diduga sebagai para pelaku yang menggerakan dan melakukan” sahutnya.

Kata Muhidin, pasal yang dikenakan kepada para pelaku adalah, pasal 170 junto 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Pengacara berdara Flores ini mengharapkan, penyidik Polda Papua Barat harus bekerja secara profesional dalam mengungkap kebenaran kasus ini, sebab indonesia merupakan negara hukum dan tidak ada orang yang kebal hukum.

“Hukum itu panglima, siapa pun yang melakukan tindakan hukum pasti ditindak secara hukum, tidak pandang dia pejabat atau rakyat jelata, satu hal lagi saya ingatkan bahwa diatas langit masih ada langit jadi jangan sekali-kali bermain dengan hukum” pesan Muhidin.(ars) 

Tinggalkan Komentar