Kuasa Hukum 8 Mahasiswa Maybrat Minta Penangguhan Penahanan

0
95

MANOKWARI, TN– Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, Senin (15/05/2017) masuk dalam tahapan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 01 Kampung Irohsohser, Distrik Aitinyo Tengah, telah membawa ekses pada ditetapkannya 8 (delapan) orang mahasiswa daerah tersebut sebagai tersangka dan kini menjadi tahanan Polda Papua Barat.
Kedelapan orang mahasiswa tersebut, masing-masing Joni Roy Marthen Ayok (24), Demianus Kosamah (21), Patrick I Baru alias Ongen Baru (22), Manfred Basna (30), Antonius Kosama (24), Yunus Yumara (22), Nelson Kocu (22), dan Agustinus Safuf (21).
Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak tanggal 4 Mei 2017 di Polres Manokwari berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/65/V/2017/SPKT I tanggal 3 Mei 2017.
Kuasa hukum depalan mahasiswa Maybrat, Yan Christian Warinussy,S.H melalui press release yang diterima Teropong News, Minggu (14/05/2017) mengaku bahwa kliennya diduga telah melakukan tindak pidana dimuka umum.
“Para klien kami ini diduga keras telah melakukan tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang atau Menghasut supaya melakukan Perbuatan yang dapat dihukum dan atau melakukan ancaman kekerasan terhadap kediaman Ketua Bawaslu PB dan kabag hukum Sekretariat KPU PB, perbuatan mana diduga terjadi pada hari Rabu, (03/05/2017) sekitar pukul 21:45 wit di Kampung Mulyono, Amban, Manokwari.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi terkait dengan penyelenggaraan pilkada Kabupaten Maybrat yang diduga disebabkan adanya komentar Ketua Bawaslu Papua Barat di media massa terkait dugaan penyuapan salah satu calon bupati Maybrat terhadap ketua KPPS 01 Kampung Irohsohser.
Berkenaan dengan itu, selaku Penasehat Hukum delapan tersangka tersebut, Yan Warinussy telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan atau pengalihan jenis penahanan bagi mereka kepada Kapolda Papua Barat, Sabtu (13/05/2017)
Permohonan tersebut diajukan berdasarkan amanat pasal 23 dan pasal 31 dari Undang Undang Nomor 7 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Diharapkan ada tanggapan dan dapat dikabulkan permohonan tersebut oleh Kapolda Papua Barat, mengingat pada tanggal 25 Mei 2017, para tersangka tersebut telah memasuki ujian-ujian semester di beberapa jurusan di Universitas Papua (Unipa) Manokwari.(***)

Tinggalkan Komentar