Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ketua KPA : Aksi Bom Bunuh Diri Melibatkan Anak Adalah Kejahatan Kemanusiaan

0 60

Jakarta, TN- Aksi bom bunuh diri yang terjadi dibeberapa rumah ibadah, Kantor Polisi dan pemukiman warga di Surabaya Jawa Timur, sejak Minggu 13/05 lalu, telah mengorbanjan 11 anak, 7 diantaranya meninggal dunia, merupakan Kejahatan Luar Biasa terhadap harkat dan martabat Kemanusiaan.

“Apapun alasan dan latar belakang aksi teroris yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku aksi Teror Bom bunuh diri, adalah merupakan keji dan tidak berprikemanusiaan,” ujar Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, melalui realis yang dikirim lewat WhatsApp Teropongnews.com, Selasa (15/5).

Menurutnya, pelibatan anak dalam aksi teror bom bunuh diri di Surabaya jelas-jelas merupakan perampasan dan penghilangan hak hidup anak secara paksa serta merupakan kejahatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan.

“Dengan demikian tidak ada toleransi terhadap segala bentuk aksi terorisme terlebih melibatkan anak-anak,” tegas Aris.

Komnas Perlindungan Anak Indonesia menghinbau masyarakat luas untuk terus mewaspadai modus baru aksi terorisme yang melibatkan anak, serta mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mewaspadai paham radikalisme dan penanaman ujaran kebencian yang justru di doktrin oleh orangtuanya sendiri.

KPA juga secara tegas mengutuk keras segala perbuatan dan tindakan para oknum-oknum elit politik, dan elit partai yang tidak mencerminkan keberpihakan dan empati terhadap korban bahkan cenderung mekakukan provokasi dan ujaran kebencian serta kegaduhan.

“Kami juga mendesak agar segera menghentikan politisasi dan eksploitasi atas tragedi kemanusiaan yang menewaskan anak-anak, demikian juga aparat kepolisiaan maupun warga masyarakat hanya atas dan demi kepentingan politik sesaat dan golongan tertentu,” imbuhnya.

Sesama warga negara dan para pegiat perlindungan anak di Indonesia dihimbau untuk bahu membahu dan bergotongroyong menghentikan penanaman paham radikalisme dan ujaran kebencian kepada anak-anak dilingkungan masing-masing.(*)