Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kasus Korupsi Dana Raskin di Biak Sudah Tahap Dua

0 196

Biak, TN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Biak Numfor sudah menggelar tahap dua atas kasus penyalahgunaan anggaran Beras Miskin (Raskin) dengan tersangka HAS di Distrik Orkeri, Kabupaten Biak Numfor. Akibatnya, Total kerugian Negara mencapai Rp 650 juta.

Saat dikonfirmasi media ini, Kapolres Biak Numfor, AKBP Rachmad Amsori,S.Ik melalui Kasat Reskrim polres Biak Numfor, AKP I Wayan Laba,SH membenarkan kasus itu, selasa (7/8) diruang kerjanya.

Ia menjelaskan, tersangka HAS menjabat selaku Kepala Distrik Orkeri dan menyalahgunakan anggaran tahun 2015 hingga 2016. Serta ditangani Polres Biak Numfor berdasarkan LP/277/VI/2017/Papua/Reskrim Biak pada 8 Juni 2017, dengan kerugian negara Rp. 650.076.588,70.

“Benar, kami Satreskrim Polres Biak Numfor sudah menyerahkan berkas tahap 2 dari kasus penyalahgunaan dana Raskin. Tersangka sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Distrik Orkeri. Kasus itu merupakan laporan polisi dari tahun 2017 dan tahun ini barulah berkasnya dinyatakan lengkap atau P21,”katanya.

Dijelaskannya, dari Kasus tersebut Satreskrim Polres Biak Numfor sudah menggelar tahap penyelidikan dan penyidikan, hingga akhirnya pada senin (30/7) yang lalu, berkas tersangka HAS dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Biak Numfor.

Kemudian selang tiga hari yakni pada kamis (2/8) berkas tersangkas HAS dinyatakan lengkap dan ditindak lanjuti menjadi tahap dua, yakni penyerahan tersangka dan sejumlah barang bukti.

“Aduan masyarakat itu, kami lakukan penyelidikan dan kami tingkatkan ke sidik. Saat penyelidikan kami memeriksa saksi-saksi dan menemunkan indikasi korupsi. Kami menangani kasus ini sejak tahun 2017,”imbuhnya.

Lanjutnya, pengungkapan kasus itu didahului dengan adanya pengaduan masyarakat. Sebab, beras yang seharusnya diterima masyarakat tidak direalisasikan oleh tersangka HAS. Oleh sebab itu, Satreskrim segera menggelar penyelidikan dan menemukan indikasi tindak pidana korupsi. Saat penyelidikan tersangka HAS tidak dikenakan hukuman tahanan. Dikarenakan, hingga penyerahan berkas kepada Jaksa, tersangka HAS sangat kooperatif.

“Dari penyelidikan hingga penyerahan berkas ke Kejaksaan Negeri Biak Numfor, tersangka HAS tidak ditahan. Sebab, tersangka sangat kooperatif. Sekarang tersangka sudah ditangani oleh Jaksa. Jadi,selanjutnya, tersangka ditahan atau tidak, semuanya adalah wewenang jaksa,”pungkasnya.