Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Marak Begal, Kapolres Manokwari Perintah Tembak di Tempat

0 0

Manokwari, TN – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap disebut begalp akhir – akhir ini sangat meresahkan masyarakat di Kota Manokwari. Jajaran Polres Manokwari pun akan bertindak tegas dengan menembak di tempat pelaku begal.

”Kita sudah instruksikan kepada jajaran untuk melakukan itu,” ujar Kapolres Manokwari AKBP.CH.Rony.Putra Kepada Awak media di Mapolres saat di wawancarai,(19/4)

Namun, ia mengatakan, tindakan tersebut dapat dilakukan oleh jajarannya jika situasinya benar-benar mendesak. Seperti membahayakan petugas dan korban saat berada di tempat kejadian perkara (TKP), dan atau tertangkap tangan langsung ingin melawan saat hendak diringkus atau melakukan ancaman secara langsung kepada korbannya.

Christian menjelaskan, daerah di Kota injil Manowkari yang selama ini paling banyak terjadi kasus begal memang tidak bisa didetailkan, namun tercatat dalam satu bulan terakhir ini, telah terjadi hampir berturut -kasus begal di daerah tersebut. Terakhir terjadi pada Senin (17/4) malam dilaporkan terjadi percobaan begal seorang ibu (Ir) (42,th) yang kemudian mendapatkan perawatan insentif karena luka sayatan di RSAL Manokwari.

” Selain memaksa membawa kabur kendaraan  atau milik berharga dsri korbannya, pelaku juga tak segan-segan menyakiti korbannya yang melawan. Maka dari itu saya sikapi hal ini dengan tegas. Minimal lumpuhkan langsung di tempat,”Kata Kapolres.

Seperti pemberitaan sebelumnya, polisi telah berhasil mengamankan tiga pria yang diduga sebagai pelaku begal. Mereka ditengarai kerap beraksi di wilayah hukum Manokwari, khususnya pada daerah – daerah yang tak terpantau oleh patroli malam kepolisian.

Untuk melumpuhkan ketiganya  petugas terpaksa melakuman salah satu tindakan. Pasalnya, mereka berusaha menyerang dan melawan petugas meski sebelumnya petugas telah memberikan tembakan peringatan, hal ini terbukti dengan di amankannya alat bukti berupa satu sajam jenis kapak oleh pihak kepolisian yang dimiliki oleh MR, selain AR saat diringkus.

“Saya juga kini aktif melakukan patroli malam bersama timsus. Jika kedapatan ditempat saat melakukan perlawanan atau melarikan diri saat penangkapan, dari pada saya dan anggota mati konyol?,”Tegasnya

“Prinsipnya, sesuai Peraturan dan SOP, jika saat penangkapan terjadi sesuatu yang membahayakan anggota (polisi) atau masyarakat, maka anggota akan mengambil tindakan tegas, yaitu dengan menggunakan kekuatan (misalnya, tembak di tempat),” Tambahnya

Sembari menambahkan pihak kepolisian selalu menjunjung hak asasi manusia (HAM). Namun, kami harus menjunjung pula hak asasi masyarakat yang menjadi korban begal tersebut. (*)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar