Kapolda Tegaskan Berantas Judi dan Miras Tidak Ada Toleransi

0
130
Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Martuani Sormin Siregar,M.Si

MANOKWARI,TN- Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs.Martuani Sormin Siregar, M.Si menegaskan, dalam pemberantasan tindak pidana judi dan Minuman keras (Miras) tak ada toleransi bagi para pelakunya.

Ketegasan itu disampaikan Kapolda Papua Barat saat hadir sebagai narasumber dalam acara dialog interaktif Aspirasi Papua Barat di RRI, Rabu, (12/07/2017) pukul 08.00 wit.

Kebijakan Kapolda Papua Barat itu bukan sekedar menjadi slogan saja, tetapi anggota kepolisian turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan, terbukti hampir 100% konsumsi miras di Papua Barat berkurang hal ini karena peredaran miras sudah dicegah terlebih lagi beberapa hari lalu miras senilai 2,3 milyar sudah dimusnahkan.

Sedangkan mengenai masalah perjudian terutama togel sangat marak ada di kota Manokwari. Tentu ada beberapa kendala yang dihadapi Polri dalam memberantas judi togel seperti belum tegaknya peraturan daerah dan luasnya daerah.

“Kami sangat mengharapkan informasi dari masyarakat mengenai judi togel karena dari informasi kita bisa tangkap pelaku dan bandar judinya” kata Kapolda.

Kapolda menambahkan, untuk menjaga terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat maka nelayan bila ingin menangkap ikan tidak boleh menggunakan bom. Karena akan merusak ekosistem laut yang kaya akan keragaman hayati.

Ditegaskannya, bagi nelayan dari wilayah lain seperti Sulawesi bila ingin menangkap ikan di wilayah Papua Barat harus memiliki surat izin penangkapan dari Pemerintah daerah,  bila tidak mentaati aturan ini maka dipulangkan namun bila orang asing (luar negeri) akan ditindak sesuai prosedur.

“Kalau bukan sekarang kapan lagi kalau bukan kitorang siapa lagi, mari jadikan kota Manokwari sebagai prinsip yang sakral sebagai kota Injil,  mari jadikan Mansinam sebagai destinasi dunia. Percayalah kepada kami Polda Papua Barat akan jadi lebih baik,  berkaitan dengan ISIS tidak ada tempat gerakan radikal gin merusak NKRI,  kebersamaan, kebhinekaandan pluralisme akan kami tindak tegas” pesan Martuani.(***)

Tinggalkan Komentar