Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kapolda PB Tegas Penambangan Ilegal di Kebar Diusut Tuntas

0 3

MANOKWARI,TN- Pasca tertangkapnya  lima warga asing asal Tiongkok terkait kasus dugaan penambangan emas ilegal di wilayah Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, pekan lalu, Kapolda, Brigjen Pol Drs Rudolf Alberth Rodja menegaskan masalah ini harus diusut tuntas.

“Kasus ini tetap berlanjut dan diusut tuntas, sekarang tim penyidik sementara berada di TKP (kali kasie) untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, barang bukti telah diamankan, tinggal alat berat yang lagi diurus proses bawa dari TKP ke Manokwari” kata Kapolda Papua Barat kepada wartawan di halaman Mapolda PB, Kamis (28/09/2017)

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat, Kombes Pol Parlindungan Silitonga,S.IK mengatakan, dalam pemeriksaan kelima WNA asal Tiongkok mengalami kendala, karena mereka tak bisa berbahasa indonesia “Tapi kami sudah datangkan penerjemah untuk mempermudah proses pemeriksaan,” kata Silitonga.

Mantan Kapolres Sorong itu mengatakan, selain melanggar undang-undang minerba lima penambang ini melanggar peraturan keimigrasian dan ketenagakerjaa . Mereka tidak memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian maupun ketenagakerjaan.

Saat ini, warga Tiongkok berinisial WH, WD, WB, WS dan ZL tersebut masih ditahan di Mapolda Papua Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.“Tadi pagi saya sudah perintahkan tim untuk mendatangi TKP. Kami mendapat informasi kali kasi Kebar banjir, kami takut sejumlah barang bukti seperti alat berat yang sudah kami pasang garis polisi hanyut,” katanya menambahkan.

Dalam kasus ini, lanjutnya, polisi mengamankan barang bukti berupa dua eksafator, alat tambang, mesin listrik lain yang digunakan para pelaku.

Polisi juga menemukan bahan merkuri, serta biji emas seberat 100 gram lebih. Sebagian sudah dibawa ke Polda dan beberapa lainya masih dilokasi penambangan.

“Untuk sementara kami menerapkan undang-undang Minerba. Ancaman hukuman bagi pelaku 10 tahun penjara dan denda Rp.10 miliar,” ujarnya.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar