Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ini Kronologis Pembunuhan Sadis Nurlaila Panjaitan

0 284

Sorong, TN-  Motif pembunuhan sadis Nurlaila Panjaitan pada 11 Mei 2015 lalu terkuak sudah.

Informasi dari kepolisian, berawal dari korban Nurlaila Panjaitan sering menanyakan tentang pembayaran hutang  kepada  tersangka Yustinus Moysticho alias Chiko sebesar Rp. 80 juta dan Andri Bohari sebesar Rp. 4 juta.

Menghindar ditagih utanglah, para terrsangka memutuskan untuk membunuh korban yang adalah temannya sendiri,  bersama rekan-rekannya lalu membuang mayat korban di semak-semak di Km. 34 Jalan Sorong Klamono. 

Kronologis pembunuhan dimulai dari tersangka Chiko  mengaku pusing,  karena sering ditagih hutang oleh korban,  selanjutnya Chiko menghubungi Andri untuk membuat janji di rumah Kos temannya yang bernama Bolong di jalan Baru, dengan tujuan menceritakan semua kerisauan yang menyangkut soal hutang, bahkan korban sudah melaporkan Chiko ke Kepolisian. Secara Spontan tersangka Andri berkata “BUNUH TOH” dan Chiko menjawab “ BENARKAH?” dan tsk Andri menjawab lagi “ TERSERAH ABANG SAJA SAYA IKUT SAJA”.

Usai berbincang-bincang merencanakan pembunuhan terhadap korban, Chiko meminta Andri agar menghubungi pacarnya yang bernama Dewi Putri Sari, yang biasa dipanggil Putri untuk menyuruh datang ke kos’an Bolong dengan alasan Chiko lagi sakit.

Setelah Putri datang sekitar pukul 20.00  WIT, Chiko dan Andri ngobrol  sekitar 30 menit lamanya, membahas  persoalan tersebut. Selanjutnya Chiko meminta Putri, untuk menjemput korban dengan maksud agar korban percaya bahwa Chiko benar-benar mau melunasi semua hutang-hutangnya, di rumah orang tua Chiko tinggal di Aimas. 

“ Ke esokkan harinya (11/5)  sekitar pukul 11.00 WIT Tsk Chiko mengajak Tsk Andri, untuk jalan menjemput teman saudaranya Tsk Chiko dijalan Baru yang bernama Zainal, kemudian menjemput Ikbal untuk  menyetir mobil dan Putri dengan tujuan menjemput korban dirumahnya. Selanjutnya korban Nurlaila Panjaitan masuk kedalam mobil untuk ikut ke Aimas.” Ujar kapolres Sorong AKBP Moch Rudy Prasetyo ,S.IK yang di dampingi oleh Kasat Reskrim Polres Sorong, Rudi Ardiana, S.H., S.Ik saat melakukan Press Realis kepada awak media halaman Polres Sorong (16/6).

AKBP Rudy menjelaskan, setelah sampai di Tugu Pawbili kilo meter 18 tersangka Andri berpura-pura ingin membuang air kecil dan Ikbal membelokkan mobil masuk ke jalan Intimpura, sekitar 500 meter dari jalan umum dan langsung memberhentikan mobil. Karena merasa sudah jauh dari tempat keramaian para tersangka mulai melakukan rencananya. Tersangka Andri langsung mencekik leher korban dengan kedua tangannya disusul oleh Chiko memukul korban di bagian kepala dengan menggunakan tangan kanan dan disusul lagi oleh Zainal  dengan menendang korban menggunakan kaki kanannya hingga pingsan. Beberapa waktu kemudian korban masih sadarkan diri Zainal diminta oleh Chiko  mencari batu untuk memukul kepala korban hingga tewas.

Merasa berhasil melakukan aksinya para tesangka menuju ke kediaman korban dan mengambil seluruh  harta benda milik korban berupa Uang sebesar Rp.10. juta , ATM, 1 Unit sepeda motor milik korban .

Para  tersangka sempat melarikan diri keluar Kota Sorong, namun pihak kepolisian berhasil menangkap tersangka Chiko, Putri dan Andri,  masih ada dua  tersangka lagi Zainal dan Ikbal yang masih Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan barang-barang bukti saat ini telah diamankan oleh Polres Sorong.

Untuk saat ini para tersangka di jerat dengan pasal 340 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, dan pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal lima belas tahun penjara. (*).