Giliran Oknum Polisi yang di “Polisikan”

0
131
Wakapolres Kaimana
Wakapolres Kaimana

Kaimana,TN – Oknum anggota Polsek Buruway Polres Kaimana, Brigpol RK  saat ini menjalani pemeriksaan secara  internal, terkait kasus pemukulan terhadapJunaidi D Tundru,pemilik Kapal Motor NurIndah.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/3) lalu, tiba-tiba Brigpol RK naik kekapal dan langsung melakukan pemukulan kepada korban, setelah ada warga yang meminta bantu agar dapat memuat kayu olahan ke kota kaimana. Entah ada kata apa yang menyinggung anggota Polsek Buruway tersebut langsung memukul pemilik kapal, yang saat itu sedang memuat logistik perusahaan PT. Adi Jaya Mulia di Kilo Meter 9  kampung Adi Jaya.

Ironisnya, penganiayaan ini tidak hanya selesai dikapal, saat dipangil ke Pustu pemilik kapal kembali menjadi sasaran kemarahan Bigpol RK.Seperti dijelaskan korban Junaidi D Tundru kepada wartawan usia diperiksa sebagai saksi dalam kasus penganiaayan di Rreskrim Polres Kaimana, Kemarin.

” kan saat itu saya ada muat barang perusahaan ke Adi Jaya, ada Mantri minta untuk muat kayunya ke kota, tapi kan saya belum habis bongkar, tiba-tiba anggota polisi ini naik dan langsung memukul saya di kapal, dan saya dipangil lagi ke Pustu disitu berulangkali saya dipukul lagi oleh anggota ini, kejadianya tanggal rabu 29 Maret 2017 di KM 9 Pulau Adi.

Secara terpisha Wakapolres Kaimana Kompol Langgia.S.Pd dalam ketarangan kepada sejumlah awak media diruang kerjanya Kamis(6/4) mengkau kesal dengan perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oknum anggota Polres Kaimana Brigpol RK.

Menurut Wakapolres, seharusnya perbuatan ini tidak terjadi karena polisi adalah pelayanan/pengayom dan  pelindung masyarakat. Atas perbuatan oknum anggota polisi RK tersebut, saat ini secara internal Propam Polres Kaimana telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

”  memang benar ada LP dari masyarakat atas kasus tersebut, dan anggota sudah ditangani pemeriksaan secara internal oleh Propam dan juga oleh penyidik Reskrim. dan seharusnya tidak terjadi karena polisi inikan pelindung masyarakat’ kata Wakapolres Kaimana.

Wakapolres berharap kedepan peristiwa ini tidak terulang kembali bagi anggota polisi yang bertugas di Markas Komando Polres maupun di Polsek serta Pos Polisi terutama dalam menyelesaikan kasus ditengah melaksanakan tugas negara.” kami sudah lakukan berulang kali ingatkan kepada anggota , dan kedepan ini tidak boleh terjadi lagi” katanya.

Sementara wakil ketua Kerukunan Keluaraga Sulawesi Selatan H. Hamsa mengatakan terkait dengan persoalan yang dialami warganya dirinya tidak akan mengurus secara damai dan tetap mengedepankan hukum yang berlaku di republik indonesia, hingga berita ini diturunkan proses penyidikan dan pengambilan ketarangan masih terus dilakukan penyidik reserse dan kriminal polres kaimana” sebagai Wakil kepala Suku besar KKSS kami menyayangkan tindakan arogansi ini, dan kami tidak akan duduk secara adat kami serahkan kepada Hukum yang berlaku biar ada efek jera juga” tegasnya.(*)

Tinggalkan Komentar