Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ganti Rugi Tanah Marga Suu, Bupati Diminta Hadir Dalam Persidangan

0 436

Sorong, TN – Sidang perdana gugatan ganti rugi tanah seluas 3.500 hektar milik marga Suu yang berlangsung pada hari Selasa (6/2) siang terpaksa ditunda oleh hakim Gracelyn Manuhuttu, SH. Pasalnya pihak tergugat yakni, Bupati Sorong beserta Kepala Dinas (Kadis) Transmigrasi tidak dapat hadir dalam persidangan tersebut.

Kuasa hukum marga Suu, Markus Souissa,SH meminta agar proses hukum harus tetap berjalan karena menyangkut  hak orang banyak. Menurutnya ketidakhadiran bupati dan kadis transmigrasi pada persidangan kali ini akan berimbas buruk bagi masyarakat yang dirugikan.

“Jujur saya mau katakan, ketidakhadiran tergugat I dan II akan berimbas pada upaya pemalangan. Ini perintah undang-undang, bupati dan kadis transmigrasi harus hadir,” ujar Markus.

Ia menambahkan proses hukum yang berjalan tetap harus diikuti, karena semuanya mengacu pada apa yang telah diatur oleh undang-undang.

Ungkapan penyesalan tertundanya proses sidang tersebut juga diutarakan oleh Soleman Suu sebagai penggugat. Menurut Soleman, gugatan yang dilayangkan olehnya bukanlan tindakan yang semena-mena. Dasarnya, pada Selasa tanggal 14 Februari 1978 diakuinya memang ada pembebasan lahan yang dilakukan oleh 15 marga, akan tetapi marga Suu bukanlah salah satunya.

“Orang tua kami tidak pernah membebaskan tanah tersebut, dan kami selaku pewarisnya akan meperjuangkan hak tersebut, Itu adalah hak saya,” kata Soleman yang menilai walaupun adalah pergantian bupati, permasalahan ini harus betul-betul diperhatikan.

Soleman menegaskan status tanah tersebut tidak mungkin dilepaskan begitu saja, karena harus tertuang secara tertulis. Jika seandainya mewakili untuk pelepasan tanah, paling tidak ada surat kuasa yang dilampirkan sehingga kedepannya bisa dipertanggung jawabkan.

Mengenai rencana sidang yang akan dilakukan pada pekan depan, Soleman meminta agar Bupati bersama Kadis Transmigrasi harus hadir . Kehadiran keduanya sangat dianjurkan agar tidak terkesan pemerintah kabupaten memperlarut masalah ganti rugi lahan milik marga Suu karena tidak kunjung tuntas sejak tahun 1996.

Sementara itu, Soleman juga menyampaikan kepada masyarakat yang sudah menempati tanah yang dimaksud agar tidak resah dan takut.

“Gugatan yang kami ajukan ini antara kami dengan pemerintah kabupaten Sorong. Tidak ada kaitannya dengan masyarakat,” terang Soleman. (deo/mdl)

Tinggalkan Komentar