Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bandar Sabu dan Pemilik PCC Diringkus Ditnarkoba Polda Papua Barat

0 10

MANOKWARI,TN- Bandar sabu dan pemilik Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol (PCC) berinisial TWL diringkus timsus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Papua Barat di Kota Sorong.

Demikian disampaikan Wakapolda Papua Barat, Kombes Pol Drs Tatang saat menyampaikan press conference hasil giat ops antik mansinam Polda Papua Barat dan jajarannya tahun 2017 di Mapolda Papua Barat, Selasa (10/10/2017)

Dalam keterangan persnya Wakapolda menegaskan, bukti keseriusan jajaran Direktorat Reserse Narkoba membuat zero Narkotika di Polda Papua Barat sudah mulai terlihat.

Barang bukti milik tersangka Narkoba, TWL berupa Sabu dan Pil PCC yang telah disita Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Barat

Hal ini terlihat dari operasi antik Mansinam 2017 selama 12 hari, para penyidik berhasil meringkus 3 tersangka, diantara ada 1 bandara sabu terbesar di Sorong Raya yang juga memiliki obat PCC ratusan butir berinisial TWL.

“Barang bukti yang disita dari tangan tersangka WN Narkotika jenis Sabu sebanyak 0,86 gram dan ratusan butir pil PCC”ucap Wakapolda.

Untuk Narkotika jenis Sabu, tersangka TWL dijerat dengan pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukum minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Wakapolda Papua Barat, Kombes Pol Drs Tatang didampingi PJU saat memberikan press conference giat ops Antik Mansinam 2017 di Mapolda Papua Barat, Selasa (10/10/2017)

Kemudian untuk kepemilikan Somadril atau PCC, TWL dijerat Primer Pasal 196 Subsider pasal 197 UU Nomor 36 tahun 2006 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Untuk narkotika jenis sabu agak licin dilakukan para pelaku tetapi kita berusaha semaksimal mungkin sehingga bisa meringkus mereka” tegas Mantan Karo Ops Polda Papua itu.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Barat, Kombes Pol Bambang Ponco Sutiarso,S.H.,M.H menjelaskan bahwa, saat ditangkap, TWL sedang menggunakan sabu dan memasukan sejumlah pil PCC kedalam botol obat pembesar kelamin.

Press Conference giat ops antik mansinam tahun 2017

Khusus untuk pil somadril sudah beredar di wilayah hukum Polda Papua Barat sejak bulan February 2017, yang banyak beredar di daerah Fakfak, Kaimana dan Sorong Raya, “hingga saat ini sekitar kita sudah temukan 19.043 butir, ini yang akan menyebabkan rusaknya generasi muda”jelas Diresnarkoba.

Bambang menjelaskan, PCC bukan dikonsumsi anak-anak saja tetapi juga orang dewasa karena harganya lebih mudah dijangkau ketimbang Sabu dan ganja.Pihak kepolisian telah mengindentifikasikan asal muasal pil tersebut, karena masuk di Papua Barat melalui Kapal laut juga kiriman kilat pos (***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar