Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

4 M Lebih Dana Hibah Bandara Kaimana Diduga Digelapkan

0 0

Kaimana,TN –Kejaksaan telah menurunkan P19 terkait dugaan penggelapan dana  hibah bandara Kaimana senilai Rp 4 M lebih yang menyeret salah satu pejabat dilingkup pemkab Kaimana, berinisial JO.

” Setelah kita kirim tahap satu kasus pengelapan anggaran hibah Bandar udara kaimana senilai Rp 4 M Lebih, pada minggu lalu kejaksaan telah menurunkan P19nya. Dalam P19 itu penyidik Kejaksaan Negeri Fak-fak memiminta agar penyidik melakukan pemeriksaan saksi tambahan baru kepada 5 orang saksi, dan juga pemeriksaan ulang saksi-saksi pemilik tanah garapan” terang Kapolres, melalui kasat Reskrim yang didampingi Kanit Pidum Polres Kaimana IPTU Herru Rezky, kepada wartawan diruang kerjanya.

Ditanya soal siapa saksi baru dalam kasus tersebut, dikatakan dari permintaan pemeriksaan saksi baru salah satunya, adalah berinisial AR” ada 5 saksi itu yang kami binggung karena semuanya keluarga AR, namun itu bukan menjadi soal, kami tetap akan penuhi permintaan penyidik kejaksaan. Kami juga berharap dalam kasus ini masyarakay juga bisa mendukung kami, sehingga kasusu ini bisa secepatnya di sidangkan” ujarnya.

Bila semua saksi telah diperiksa sebagaimana permintaan jaksa penuntu umum kejaksaan negeri Fakfak yang termuat dalam P19, maka pihaknya akan menunggu P21 dari kejaksaan untuk selanjutnya mengirimkan Tahap dua yakni pengiriman barang bukti dan Tersangka.” Kami berharap kasus ini secepatnya kami kembalikan P19 dari kejaksaan, dan sesudah itu kami kirim Tahap duanya. Ya artinya secepatnyanya begitu” katanya.

Sementara Wakil keta Komisi A DPRD Kaimana yang membidangi Pemerintahan Hengky Murmana, menilai kasus pengelapan dana hiba bandara dan kasus-kasus lain yang telah menjeblos beberapa pejab ke rana Hukum, menjadi pelajaran tersendiri bagi ASN di wilayah Pemda Kaimana” ini memjadi pelajaran bagi kita semua untuk berhati-hati, menyangkut sudah menjadi tersangka dan untuk di nonaktif dari jabatan, itu kembali ke pemimpinnya. Tapi yang kami ingatkan jangan kita gunakan jabatan kita untuk kepentingan pribadi golongan, yang pada akhirnya menyeret kita ke pidana” imbuhnya.

Sekedar dikatahui sebelum JO ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dana hibah Bandara senilai Rp 4 Miliar lerbih oleh Polres Kaimana atas pengaduan masyarakat pemilik tanah garapan dan tanah adat, pada bulan January 2016 lalu dari pemerintah pusat melalui transfer yang masuk ke Kas daerah telah menyerahkan dana dimaksud dalam forum yang berlangsung di ruang sidang di saksikan oleh unsur Muspida plus, pihak bandara, dan sejumlah tamu lainya. Namun dalam penyelesaian dengan pemilik tanah garapan berbuntut panjang.

Kasus penggelapan inipun, sempat dimediasi oleh Babinkamtimas Polers Kaimana yang di hadiri Dandim 1713 , Kapolres dan juga Sekda Rita Teurupun, namun JO berencana untuk menyelesaikan hak-hak masyarakat” nanti saya bicarakan dengan Pengacara saya karena beliau nanti datang ke Kaimana, baru saya kembali bicara dengan masyarakat untuk kita selesaikan hak-hak masyarakat” ujar JO dalam pertemuan yang di mediasi Babinkamtibmas polres Kaimana.

ternyata dalam proses penyelesaian JO  tidak menepati kesepakatan yang membuat masyarakat merasa telah di tipu dan akhirnya membuat laporan polisi secara resmi agar diselesaikan dengan menempuh jalur Hukum yang berlaku negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga pada bulan fabruary setelah mengelar Perkara di kubuh Polres Kaimana, JO akhirnya di tetapkan sebagai tersangka, dan sampai dengan saat ini masih berada di belakang jeruji Polres Kaimana.(*)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: