Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

10 Juta Untuk Administrasi, Kepala Kampung: Kenapa Harus Dipotong Dari Dana Desa?

0 0

Sausapor, TN – Adanya pemotongan sebesar Rp15 juta dari penerimaan dana desa di kabupaten Tambrauw untuk biaya administrasi laporan pertanggung jawab akhirnya menuai kritik dari para kepala kampung. Potongan dengan nilai sebesar itu dinilai terlalu besar dan tidak berdasarkan kesepakatan bersama. Pernyataan itu disampaikan oleh kepala kampung Sao Oreyan, Yusak Rimabar saat ditemui oleh awak media di kantornya, Rabu (13/9).

Yusak mengakui masalah ini sudah berjalan selama dua tahun terakhir, dimana dirinya sendiri tidak pernah mendapat sosialisai mengenai pemotongan dana desa itu sendiri. “Yang kami tahu itu potongan itu diberlakukan bagi kepala kampung yang bersedia dengan melampirkan surat pernyataan,” ujar Yusak. Ia menganggap bahwa jumlah potongan itu terlalu besar karena diberlakukan untuk semua kampung yang ada di kabupaten Tambrauw.

Dari jumlah kampung sebanyak 216, jika dikalikan biaya pemotongan dengan nilai sebesar Rp10 juta maka konsultan akan menerima sebesar Rp2,16 miliar. Yusak menanggapi bahwa potongan itu hanya menguntungkan pihak konsultan saja, apalagi tindakan untuk tidak disertai dengan persetujuan dari tiap kepala kampung. “Padahal kalau hanya sekedar pembiayaan konsultan kan bisa saja kami kepala kampung dari setiap distrik bisa patungan dan mungkin nilainya tidak perlu sebesar itu,”

Pada RAB Desa yang disusun oleh BPM Tambrauw, diketahui memang ada dua potongan yang sumbernya diambil dari dana desa. Tercatat ada pemangkasan sebesar Rp10 juta untuk biaya administrasi dan pelaporan. Selain itu adapula senilai Rp15 juta yang akan digunakan untuk peningkatan kapasitas kepala kampung. Mengenai kegiatan peningkatan kapasitas, Yusak menyampaikan masih belum mengetahui kapan akan dilaksanakan. (mdl)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar