​Rekonstruksi Pembunuhan Pemilik Coto Maduraja, Terungkap 15 Adegan Tambahan

0
592

Manokwari, TN – Dengan bersenjata lengkap Satuan Reskrim dan Satuan Sabhara yang diback up Timsus Swanggi dan Buser Polres Manokwari, melakukan pengawalan rekonstruksi kasus pembunuhan  Haji Abdul Hakim (52 tahun), pemilik warung Coto Makassar di Jalan Pasir kompleks Pasar Wosi, Manokwari, yang terjadi pada Minggu dini hari (9/4/2017) . 

Reka ulang yang digelar dilokas TKP warung Coto Maduraja disepanjang jalan pasar Wosi membludak oleh antusias warga. Akibatnya, arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan hingga terpaksa jalur poros yang menghubungkan kompleks Gaya Baru dan pasar Wosi harus ditutup sementara, guna mensterilkan lokasi TKP selama dilakukan rekonsrutruksi.
Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan sadis itu polisi terpaksa memasang garis polisi di depan TKP tepat disepanjang Toko bangunan Rizky hingga Teras BRI.

135 Adegan
Pantauan Teropong News dilapangan, sebanyak 120 adegan sesuai BAP ditambah 15 adegan tambahan terungkap mewarnai rekonstruksi kasus pembunuhan sadis Abd Hakim Hafid, yang tewas usai menerima 11 luka tusukan pisau dapur pada bagian dada, paha, dan leher korban. Bahkan dalam gelar perkara petugas membawa dua tersangka, termasuk terduga otak pelaku  yang adalah istri korban sendiri yakni YR alias S. 

Kapolres Manokwari AKBP. CH. Rony Putra, melalui Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP. Diego Aries Kakori usai gelar rekonstruksi, Senin (16/7/2017) sekitar pukul 13.35 wit mengatakan, dalam reka ulang adegan pembunuhan ini, pelaku  AY Alias Ahmad yang merupakan mantan kekasih lama sang istri korban yakni YR alias S ini memang telah dimudahkan aksinya dalam menghabisi pemilik Coto Maduraja itu . Dimana dalam kedatangannya murni di fasilitasi oleh si istri korban yang merupakan otak pembunuhan terencana ini, mulai dari biaya perjalanan pesawat dari Makasar – Manokwari (PP), biaya penginapan hotel, dan keperluan lainnya seperti diberikan kunci pintu rumah cadangan bagi pelaku. 
” sesuai BAP ada 120 adegan. Namun ini saat rekonstruksi berlangsung terungkap 15 adegan lainnya, seperti saat melakukan aksi penikaman dan mencekik leher korban. Hal ini tetap akan juga dijadikan substansi pihak hakim dalam persidangan nanti, “Jelas Kakori. 
Dalam hasil penyelidikan dan rekonstruksi tersebut,  diketahui murni istri korban YR alias S adalah otak pembunuhan  dan AY sang eksekutor, keduanya memiliki hubungan mesra di masa lalu kemudian bersemi kembali hingga kedua insan yang di mabuk “CLBK” merencanakan aksi keji tersebut. Hal ini juga terkuak dalam adegan rekonstruksi tersebut ada aksi ranjang keduanya, yang dilakukan di salah satu hotel di Kota Manokwari yang dipakai pelaku untuk menginap. (*)

Tinggalkan Komentar