Direskrimum : Siapa Yang Terlibat Kami Tindak

0
65

Manokwari TN.Com- Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua Barat, Kombes Pol Bonar Sitinjak,S.IK menegaskan, pihaknya tetap melakukan penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan korban Willy Mariawesi hingga tuntas

Siapa pun yang terlibat dalam kasus ini tetap ditindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa pandang bulu, status jabatan ata sejenisnya, karena semua manusia sama dimata hukum

Kombes Bonar menyatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan, korban Willy Mariawesi telah dilakukan visium, dilanjutkan dengan pemeriksaan awal, kemudian pemeriksaan saksi-saksi akan diperiksa dalam waktu dekat.

“Segera akan kami mintai keterangan, siapa pun yang dalam hasil pemeriksaan itu mengakibatkan tindak pidana penyeroyokan terhadap korban maka tetap kami tetapkan sebagai tersangkan dan diproses, kami tidak pandang bulu, mau pejabat atau siapa pun dia” tegas Pamen Polisi berdarah Batak itu kepada wartawan di Manokwari, Senin (06/03/2017)

Sementara sesuai kronologis kejadian ini berawal dari seseorang mengupluod foto di sosmed facebook, korban  Willy Mariawesi warga Bintuni kena bogem dari 8 orang yang tak kenal Jum’at (03/03/2017) Malam di Manokwari,

Atas kejadian itu Korban menempuh jalur hukum, melaporkan ke SPKT Polda Papua Barat dengan nomor : LP/ 43/ III/ 2017 Papua Barat/ SPKT  tanggal 3 Maret 2017, selanjutnya pihak kepolisian  melakukan visum ke rumah sakit terhadap korban.

Dari hasil visum etrapetrum dari RS Fasharkan AL Manokwari, korban mengalami luka sobek di pelipis mata sebelah kiri dan dibawah pelipis mata memar diduga akibat pengeroyokan

Sementara korban saat dikonfirmasi media ini di Mapolda PB, Senin (06/03/2017) mengatakan, sekitar pukul 00.30 WIT di Jl. Merdeka depan Hotel Horiston Dia didatangi salah satu oknum anggota DPR Papua Barat dan mengatan

“Willy kamu bawa orang dari Bintuni untuk bikin masalah saja dan saya menjawab pertanyaan dia ada masalah apa, terjadilah percekcokan dalam waktu singkat tiba-tiba saya di serang oleh 8 orang yang tak di kenal, namun di sinyalir bahwa mereka adalah orang-orang bawaannya oknum wakil rakyat tersebut” cerita korban

Menurut korban pemukulan terhenti karena banyak orang yang melerai dan dia menghindar menuju tempat menginapnya di kamar Hotel Horison. Kurang lebih 20 menit setelah kejadian para pengeroyok tidak di tempat kejadian perkara, korban langsung mengambil tindakan melaporkan peristiwa yang terjadi pada dirinya.

Korban berharap kepada pihak kepolisian Polda Papua Barat agar perkara ini ditindak lanjuti secara adil tanpa pandang bulu pejabat dan rakyat biasa, harapnya.(*)

Tinggalkan Komentar