​Kabid Humas : Jika Penyidik Tebang Tebang Pilih Dalam Tangani Kasus,Adukan ke Propam

0
55

Manokwari TN.Com- Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat dinilai tebang pilih dalam mengungkap serta melakukan penyidikan sebuah kasus pidana yang diadukan kepada mereka.

Diduga ada perbedaan kasus yang ditangani penyidik Polda Papua Barat, jika korba merupakan pejabat daerah maka segera ditindaklanjuti, namun jika korban hanya rakyat biasa maka Laporan Polisi (LP) nya kandas di meja penyidik.

Hal ini seperti dialami korban Welly Mariawesy yang dikeroyok sejumlah orang yang diduga ada terlibat oknum pimpinan DPR-PB, setelah dilaporkan Direktorat Reskrimum Polda Papua Barat, Sabtu (04/03/2017) hingga berita ini diterbitkan tak ada tindaklanjutnya.

Padahal Dirkrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol Bonar Sitinjak, Senin (6/03/2017) pukul 16.08 WIT kepada awak media membeberkan bahwa penanganan kasus pengeroyokan terhadap Willy Mariawesi yang di duga melibatkan oknum anggota DPR Papua Barat

” Willy Mariawesi sudah kita tangani , korban sudah kita periksa dan sudah kita lakukan visum untuk pemeriksaan saksi saksi kita lanjutkan lagi dalam waktu dekat , karena kemarin pas hari libur sudah kita lakukan pemeriksaan terhadap korban dan dan sudah kita visum, kasus ini akan kita tindak lanjuti segera” tegas Bonar

“Siapapun nanti yang memang dalam hasil pemeriksaan itu yang mengakibatkan menjadi tersangka pasti akan kita proses” kata Willy mengulangi kata Dirkrimum Polda Papua Barat

Willy merasa apa yang di lakukan pihak Kepolisian berkesan sangat lamban dalam penanganan kasus yang nenimpa dirinya, bahkan diduga tebang pilih karena Laporan Polisi (LP) oknum pimpinan DPR-PB dilakukan belakangan ternyata diutamakan.

“Saya yang dikeroyok, saya yang korban, saya yang Lapor duluan tetapi tidak ditindak lanjuti sampai sekarang, tetapi oknum pimpinan DPR-PB itu baru lapor saja langsung ditindaklanjuti, ini berarti ada tebang pilih yang dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda Papua Barat” ujar Korban pengeroyokan kepada media ini, Senin(20/03/2017)

Lanjut Willy, terhitung sejak 04 Maret 2017 hingga 20 Maret 2017 belum ada tanda-tanda pemberitahuan dari pihak Kepolisian Polda Papua Barat kepadanya “Sudah jelas-jelas saya memegang surat dari Kepolisian Polda Papua Barat  Nomor:LP / 43 / III /Papua Barat/ SPKT , Saya sebagai rakyat kecil butuh kepastian hukum, belum ada pemberitahuan perkembangan penyidikan kasus ini” pintanya.

Sementara Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Harry Supriyono saat dikonfirmasi awak media, Senin (20/03/2017) menegaskan bahwa, penyidik tidak tidak pernah melakukan tebang pilih dalam melakukan penyidikan.

“Dalam penanganan kasus apapun, Polda Papua Barat akan menangani dengan penuh serius tidak ada istilah tebang pilih atau memilah-milah karena itu sudah diamanatkan dalam UU, karena itu setiap laporan polisi (LP) tetap ditindaklanjuti, diproses sampai tuntas” kata Kabid Humas kepada awak media di ruang kerjanya, Senin siang.

Harry menjelaskan, kepolisian selalu terbuka memberikan informasi kepada pihak korban tentang perkembangan kasus yang ditangani melalui SP2HP, sebab semua orang sama dimata hukum “Kalau tidak puas dengan penyelidikan kasus ini dan lihat ada kejanggalan lapor saja ke Propam biar penyidikannya diperiksa” sarannya.(*)

Tinggalkan Komentar