Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Libur Tahun Baru, Pantai Pasar Putih Dipadati Pengunjung

0 180

Manokwari TN – Lokasi wisata Pasir Putih, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dipadati pengunjung sejak Senin (1/1). Para pengunjung lokasi wisata tersebut kebanyakan merupakan wisatawan lokal. Mereka datang guna menikmati destinasi wisata alam yang terbilang menarik di wilayah itu

“Lokasi ini memang setiap saat dipadati pengunjung terutama pada masa-masa liburan seperti sekarang ini,” ungkap Challe (19) seorang wisatawan lokal kepada awak media ini, Kamis (4/1). 

Menurut Challe, warga setempat lebih memilih menghabiskan waktu liburan mereka di hamparan pasir putih lantaran  biaya yang dikeluarkan dari saku mereka cukup murah dibandingkan lokasi wisata lain. 

“Kalau berkunjung ke sini (pasir putih) wisatawan tidak perlu mengeluarkan biaya besar. Cukup bayar biaya parkiran (kendaraan) sebanyak Rp5 ribu saja wisatawan sudah bisa menikmati beragam spot yang ditawarkan,” ujarnya. 

Selain Pasir Putih, ada pula lokasi wisata lain yang tak kalah menarik yakni Batu Kotak. Di sana wisatawan bisa menikmati tiupan angin sepoi-sepoi dan derunya gelombang laut yang dapat dimanfaatkan untuk bermai selancar. 

“Tempat ini biasanya dimanfaatkan oleh warga sekitar  dan wisatawan karena gelombang lautnya bisa dipakai untuk berselancar,” jelas Challe. 

Bukan hanya itu, menurut Challe, lokasi wisata alam  lain yang sering sekali dikunjungi wisatawan lokal adalah Pulau Mansinam, di sana  wisatawan juga bisa dimanjakan dengan beragam spot menarik guna mengabadikan momen liburan mereka. 

“Kalau di Pulau Mansinam banyak spot yang bisa kita pakai untuk melakukan foto bersama keluarga, teman sekantor dan lainnya karena ada situs-situs bersejarah,” terangnya. 

Ditempat terpisah seorang wisatawan lokal bernama Welsiop (24) menjelaskan, Manokwari memang memiliki sejumlah potensi wisata yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD). Hanya saja lokasi-lokasi wisata itu belum sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah setempat. 

“Kebanyakan lokasi-lokasi wisata itu masih dikelola orang pribadi (pemilik lahan). Makanya lokasi wisata itu tidak dikelola dengan baik,” ucapnya. 

Welsiop menerangkan, jika pemerintah daerah setempat bekerjasama dengan masyarakat pemilik hak ulayat untuk mengelola lokasi-lokasi wisata tersebut sacara benar, maka tentu saja maafaatnya jauh lebih baik dibandingkan sekarang. 

“Buktinya kita masuk saja tidak ada petugas yang diutus oleh pemerintah untuk menagih tiket, dan yang ada cuman orang pribadi. Jadi, kita tidak tahu uangnya disetor kemana dan peruntukannya buat apa,” ujarnya. 

Welsiop berharap, pemerintah setempat bisa memperhatikan lokasi-lokasi wisata yang ada dengan membangun alte dan lain sebagainya sehingga ketika wisatawan datang mereka merasa nyman. 

“Yang saya lihat lokasi wisata pasir putih dan batu kotak sudah bagus. Hanya saja fasilitas yang tersedia masih minim, maka itu perlu ada kerjasama pemerintah dan masyarakat pemilik hak ulayat supaya bisa mengelolanya secara itu bagus,” pesannya.(*)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar