Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Festival Suling Tambur, Warisan Seni Tradisional Raja Ampat

0 93

Waisai, TN – Festival Suling Tambur Raja Ampat 2018 di Kabare Waigeo Utara, Raja Ampat Papua Barat, mengundang decak kagum banyak kalangan.

Festival yang baru pertama kali dilakukan dan terpisah dari agenda tahunan Festival Raja Ampat di Bulan Oktober ini, sekaligus melestarikan budaya dan seni tradisional masyarakat suku Maya.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pelaksanaan salah satu warisan seni budaya khas kabupaten Raja Ampat, terlebih dilaksanakan di Kabare, Ibukota distrik Waigeo Utara.

“Saya bersyukur dan sangat bahagia kita dapat melestarikan seni suling tambur lewat sebuah festival tersendiri, yang tentunya akan berkorelasi positif dengan pembangunan sektor pariwisata,” ujar Bupati AFU, Kamis (27/9).

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati. Foto/asrul.

“Saya melihat hal ini sebagai hadiah bagi masyarakat kampung Kabare, dimana dengan ini, terbukti semakin mendekatkan dan mengeratkan tali silaturahim, persaudaraan dan kekeluargaan antara Pemda dengan masyarakat dalam even seni budaya lokal,” lanjutnya.

Festival yang berlangsung selama 2 hari tersebut diikuti oleh 14 grup suling tambur dari berbagai kampung di pesisir pulau Waigeo. (*)