Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gala Desa 2018 Resmi Dibuka, Wabup Himbau Jaga Kekompakan

0 58

Kampar,TN -Bupati Kampar Azis Zenal yang diwakili Wakil Bupati (Wabup) Kampar Catur Sugeng Susanto,SH mengingatkan agar dapat menjaga kekompakan tim, menjaga persatuan dan persaudaraan karena menang kalah bukan yang utama.

Hal itu disampaikan catur Sugeng Susanto ketika memberi sambutan sekaligus membuka event perdana Gala Desa di Provinsi Riau 2018 yang dilaksanakan di Kabupaten Kampar di GOR Tuanku Tambusai Bangkinang Kota, minggu (28/10).

Wabup mengatakan bahwa gala desa adalah olahraga yang mengedepankan sportifitas dan semangat berolahraga sehingga dapat menghasilkan bibit pemain olahraga yang betul-betul berprestasi dan bibit pemain berbakat yang ada di desa.

“Kegiatan ini program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan ini yang perdana dilaksanakan untuk di Provinsi Riau serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, merupakan suatu kebanggan dan prestasi tersendiri bagi Kabupaten Kampar ditunjuk dan dipercaya oleh Kemenpora sebagai Kabupaten Pertama pelaksanaan event gala desa ini”ujar Wabup.

Selain itu kata Wabup berpesan agar peserta mengikuti pertandingan dengan semangat yang tinggi. ” Juara pada ini akan mewakili Kabupaten Kampar di tingkat yang lebih tinggi seperti ke Provinsi bahkan sampai ke tingkat pusat nantinya, ujar Wabup lagi.

Sementara itu Deputi Kemenpora RI DR.Rd.Ismanta, M.Pd menyampaikan event gala Desa ini serentak dilaksanakan di Indonesia dengan tujuan untuk mencari bibit pemain olahraga di desa yang memang berbakat dan berprestasi.

Event Gala Desa 2018 ini akan digelar di 136 Kabupaten dan kota dari 34 provinsi Indonesia. enam cabang olahraga dipertandingkan diantaranya bola voli, sepakbola, tenis meja, sepak takraw, atletik, dan bulutangkis.

Ismanta menerangkan Iven Gala Desa adalah program unggulan yang disiapkan Kemenpora dalam rangka mencari calon-calon atlet yang ditemukan di desa-desa yang kurang mendapatkan kesempatan. Ini juga sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pembinaan olahraga.

”Bersama dengan itu, kami juga ingin mencari bibit-bibit atlet usia dini dari seluruh kalangan masyarakat di pelosok desa yang berpotensi untuk dijadikan sebagai atlet profesional milik Indonesia,” tuturnya.