Tujuh Suku Asli Bintuni Demo LNG Tangguh

0
259
Demo LNG
Tuntut penghentian proyek Train 3 PT. LNG Tangguh, masyarakat lakukan Unjuk Rasa

Sorong,TN – Tuntut penghentian pembukaan lahan baru untuk rik/pengeboran (proyek Train 3 ) PT. LNG Tangguh, puluhan warga yang mengatas namakan masyarakat adat dari tujuh suku asli Teluk Bintuni yakni suku Kuri, Wamesa, Irarutu, Joow, Moskona, Sebiar dan Sumuri, Senin (15/5) pagi mengelar aksi di Halaman Hotel Mariat Kota Sorong.

Koordinator Lapangan Yusuf Orocomna dalam orasinya  mendesak agar proyek Train 3  pembukaan lahan baru untuk rik/pengeboran PT. LNG Tangguh, diberhentikan. Pasalnya ia menilai selama ini pihak perusahaan tidak memprioritaskan  orang asli Papua yang ada di Teluk Bintuni dalam perekrutan tenaga kerja. Disamping itu aktifitas Migas tersebut tidak memberikan dampak yang siknifikan pada peningkatan kesejadteraan masyarakat.

“ Sekian puluh tahun kami menderita, jadi kami meminta agar perusahaan memperioritaskan kami dalam perekrutan tenaga kerja dan kesejahteraan kami diperhatikan. Mengingat hutan kami telah ditebang sehingga kalau hujan banjir, anak anak kami dan keluarga kami tidak bisa mendapat pekerjaan sehingga buat makan saja susah apalagi sekolah dan kuliah,”ujarnnya.

Setelah melakukan orasi di halaman Hotel Mariat massa, lantas menuju Kantor SKK Migas Papua Maluku ( PAMALU ) di Kampung Baru Jalan Arfak no 12 Kota Sorong dengan menggunakan dua truk. Pergerakan massa itu mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Polres Sorong Kota.

Humas SKK Migas Max Dwi Kwafom dalam tanggpannya meminta kepada Masyarakat untuk memberikan waktu satu hingga dua hari kedepan guna  membahas aspirasi ini secara memdalam .“ Beri kami waktu satu atau dua hari untuk untuk membahasnya lebih mendalam  sehingga apa yang jadi pemikiran bapak ibu menjadi nyata. Dengan adanya aksi unjuk rasa ini kami sebagai humas hal ini dapat di jadikan bahan pertimbangan untuk kami sarankan ke pimpinan kami,”ujarnya

Dari pantauan media ini, selain berorasi massa juga membawa spanduk dan famplet diantaranya bertuliskan, Kami masyarakat adat dari 7 suku besar di Teluk Bintuni minta 90 persen tenaga kerja harus direkrut dari warga pribumi. Perusahaan harus memenuhi hak-hak buruh Migas sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku. Ada juga Suku Sougb segera memperdayakan kami masyarakat 7 suku stop datangkan investasi LNG. STOP, Suku moskana LNG STOP pembodohan dan segera memperdayakan masyarakat 7 suku. (*)

Tinggalkan Komentar