Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Surung: Pengurus PWI Jangan Berstatus PNS atau Honerer

0 0

Manokwari,TN- Untuk menjaga independensi jurnalis dalam berorganisasi maka wadah atau organisasi yang menghimpun insan pers itu, pengurusnya harus netral, tidak berstatus Pegawai Negeri Sipil atau honorer.Demikian disampaikan Wartawan Senior yang juga Anggota DPR Papua Barat periode 2014-2019, Surung H. Sibarani,SE kepada wartawan di Manokwari, Sabtu (01/04/2017) .

Pernyataan tegas itu disampaikan setelah milihat dinamika kepengurusan organisasi wartawan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat yang telah dibekukan sekian tahun.

Menurutnya, organisasi PWI dari pusat hingga ke daerah seharusnya dipimpin figur yang memiliki jiwa jurnalis dan profesi wartawan itu melekat padanya sehingga benar-benar betanggung jawab terhadap wadah tersebut.

“Ketua dan pengurus PWI di Papua Barat itu harus benar-benar wartawan, jangan lagi PWI dipimpin orang yang berstatus PNS atau Honorer, nanti tidak jalan organisasi PWI ini” ungkap mantan Kepala Biro Harian Papua Pos Perwakilan Sorong itu.

Kata Surung, pengalaman telah membuktikan bahwa roda organisasi Persatuan Wartawan indonesia (PWI) Papua Barat tidak independensi bahkan berjalan ditempat karena dipimpin Kepala Bagian Humas pada Pemprov Papua Barat.

Pasalnya, kepemimpinan seperti ini sudah terbukti tidak berkiblat pada kepentingan insan pers yang bergabung dalam organisasi ini, tetapi justru  mengamankan kebijakan para pejabat baik di birokrat maupun politik.

Surung juga sangat menyayangkan vakumnya aktivitas PWI karena kepengurusan tidak ada, membuat pekerja pers di Papua Barat tidak terakomodir sebab tak ada figur yang bisa menahkodai organisasi ini.

“PWI tingkat provinsi kalau mati seperti begini satu ketika ada kasus kekerasan yang menimpa pekerja pers, maka siapa yang mau buat advokasi terhadap sisi pelanggaran hukum” ujarnya.

Legislator muda ini mengatakan, untuk membantu jalannya roda organisasi dan peningkatan kapasitas pers maka Pemerintah Daerah telah mengalokasikan dana setiap tahun Rp 500 juta. Namun Surung  mengaku tidak mengawasi dana tersebut.

Pemilik harian pagi Papua Barat Pos ini mengharapkan kepada wartawan yang bergabung di Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), agar kedepan segera melakukan konsolidasi pada internal pers

Kemudian bisa membangun kembali wadah ini dengan memilih ketua PWI baru yang tidak berstatus PNS atau honorer, supaya independensi terjaga, bekerja untuk kepentingan para wartawan di Papua Barat.(ars)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: