Supriyono : Dugaan Korupsi Kapal Kargo, Polda PB Penuhi P-19 Jaksa

0
132
Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriyono

MANOKWARI,TN- Penyidikan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana APBD Kabupaten Sorong Selatan Tahun Anggaran 2007 pada Dinas Perhubungan untuk kegiatan pengadaan kapal kargo Sorsel Indah senilai Rp 4.404.787.000.

Berdasarkan hasil audit Ahli BPKP Provinsi Papua Barat telah terjadi kerugian negara dari kegiatan pengadaan kapal kargo tersebut sebesar, Rp 1.204.351.818.18 dengan tersangka MN DKK.

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriyono saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (31/07/2017) mengatakan, berkas perkara pengadaan kapal kargo Sorsel Indah yang menimbulkan kerugian negara milyaran rupiah itu sudah tahap 1 ke Kejaksaan Tinggi Papua.

“Kami akan melalukan pemenuhan P-19 dari Jaksa Peneliti diantaranya, menetapkan tersangka terhadap Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen, melakukan pemeriksaan terhadap Mantan Bupati Sorsel, Otto Ihalauw, apabila ditemukan 2 alat bukti agar dapat diminta pertanggung jawaban hukum” kata Kabid Humas saat menggelar Konfrensi Pers di ruang kerjanya.

Penyidik Direktorat Reskrimsus juga melakukan pemeriksaan tambahan terhadap ahli auditor BPKP Perwakilan Provinsi Papua Barat.

Sebelumnya, penyidik telah mengambil keterangan dari 15 orang di Kabupaten Sorong Selatan sebagai saksi, pemeriksaan 4 ahli diantaranya, ahli perhubungan pada Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, ahli Depdagri RI di Jakarta, ahli LKPP RI di Jakarta dan ahli BPKP Perwakilan Provinsi Papua Barat di Manokwari.

Kasus ini juga telah disupervis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehingga penyidik Polda Papua Barat tidak main samping untuk menutupnya. Penyidik akan bekerja keras untuk melengkapi syarat formil dan materil dalam P-19 Jaksa Peneliti Kajati Papua.

“Telah dilakukan simpul dan rekomendasi ekpose di ruang Direkrut Reskrimsus Polda Papua Barat pada tanggal 25 Januari 2017 yang dipimpin langsung Kasatgas II unit Korsup Penindakan KPK, Endang Tarsa” ujar Supriyono.(***)

Tinggalkan Komentar