Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sekda Tambrauw: Pemkab Tidak Punya Hutang Media Senilai 10 Miliar

0 5

Sausapor, TN – Pemerintah kabupaten Tambrauw membantah adanya tunggakan pembayaran media dalam jumlah besar. Sekretaris Daerah (Sekda), Engelbert Kocu mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak mempunyai hutang media sebesar Rp10 miliar seperti yang diberitakan sebelumnya.

Engelbert saat yang ditemui awak media di kediamannya, Rabu (28/9) menjelaskan bahwa hutang media yang dibebankan kepada pemkab Tambrau tidak sebesar Rp10 milyar. “Sekalipun ada nilainya hanya kisaran Rp600 juta-an, itupun belum bisa kami selesaikan sepenuhnya karena masih ada masalah dengan lampiran bukti-bukti tagihan,” jelas Engelbert. Jumlah tagihan itu disampaika oleh Engelbert merupakan total hutang media sejak tahun 2010 sampai dengan 2016. Dirinya mengaku sejak beberapa tahun belakangan ini sering kali ada wartawan yang datang lalu memasukan tagihan tanpa bukti yang kurang jelas.

Melihat jumlah penagihan yang kurang jelas tersebut masuk dalam jumlah yang cukup banyak, pemerintah daerah dalam hal ini kepala bagian humas diminta untuk melakukan konsultasi dengan pihak Dewan Pers beberapa waktu lalu. “Tujuan kami datang ke Dewan Pers saat itu untuk melakukan klarifikasi mengenai media yang bersangkutan dan berkonsultasi terkait peraturan yang dapat kami jadikan dasar yang jelas untuk menganani masalah (tagihan) ini. Jadi yang melakukan pertemuan dengan Dewan Pers saat itu bukanlah bupati Tambrauw” tutur pria yang gemar badminton itu.

Disampaikan pula olehnya juga agar kedepan pihak media harus ada dasar MoU terlebih dahulu dengan pemkab setempat. Sehingga hal tersebut bisa menjadi dasar untuk melakukan pembayaran kepada media yang bersangkutan dan pemda sendiri tidak kesultan dalam membuat laporan pertanggungjawaban. “Kalau semuanya tagihan kita bayar tanpa dasar bukti yang jelas yang ada nanti jadi temuan,” jelas Engelbert.

Sementara Kepala bagian (kabag) Humas pemkab Tambrauw, Philipus Penaonde menyampaikan informasi mengenai jumlah tagihan yang disampaikan oleh ketua Dewan Pers dianggap keliru. “Saat kami melakukan pertemuan dengan Dewan Pers ada dokumen yang kami lampirkan dan disitu nilainya tidak sampai sebesar itu,” ujar Philipus.

Sesuai yang dikutip dari situs wartaplus.com, ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo sebelumnya mengatakan bahwa adanya laporan dari pemda kabupaten Tambrauw mengenai tagihan “iklan tembak” sebesar Rp10 milyar. Rencananya Dewan Pers akan melakukan mediasi antara pihak yang berkatian dalam waktu dekat ini. (mdl)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar