Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Rektor UNIPA Resmi Cabut SK Kenaikan SPP

0 1

Manokwari,TN- Unjuk rasa sejumlah mahasiswa Universitas Papua (Unipa) terkait kenaikan biaya SPP yang diwarnai pemalangan gerbang kampus dan pembakaran ban, Selasa (06/06/2017) akhirnya disikapi pihak rektorat.

Rektor Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Dr Yakop Manusawai secara resmi menyatakan, mencabut SK kenaikan SPP yang mencapai Rp 2 juta/ semester dan kembali biaya SPP sebelumnya yaitu Rp 500 hingga 700 ribu/ semester.

“Hari ini secara resmi Saya cabut kembali SK kenaikan SPP” ucap Rektor Universitas Negeri Papua, Dr Yakop Manusawai dihadapan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa.

Rektor UNIPA Berjabat Tangan Dengan Mahasiswa usai memberikan penjelasan

Kata Rektor, perguruan tinggi ini masih kekurangan dana untuk membayar nohor Dosen, sebab setiap tahun jumlah mahasiswa bertambah tetapi masih moratrium dosen, ini menambah beban semakin berat.

“Nah, kalau kita mau paksa dia (dosen) mengajar diatas jam jam ekstra harus dana, kemudian kampus kita ini termasuk kampus yang membutuhkan clening service, biaya operasional bus membantu mahasiswa belajar mengajar, itu sudah tidak ada dalam kita punya pendanaan, maka itu menjadi alasan kenapa SPP itu naik” ungkap Rektor kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (06/06/2017)

Manusawai menegaskan bahwa, kenaikan SPP ini sebenarnya masih dibawah, karena kebutuhan belajar mengajar belum tercapai, jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang masuk cukup signifikan.

“Sebenarnya dalam rencana tiap tahun itu naik sedikit sampai mencapai titik minimal yang sama dengan UNCEN, yakni Rp 4 juta/ semester, jadi sebenarnya titik masalah itu operasional” ujarnya.

Sebab itu, Rektor memberikan kesempatan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk susun kebutuhan biaya pendidikan dan melakukan negosiasi dengan Pemerintah Daerah, baik Provinsi Papua Barat, Kabupaten dan Kota di Papua.

Rektor UNIPA, Dr Yakop Manusawai

Manusawai mengatakan, Perguruan Tinggi Negeri ini hanya dibiayai APBN untuk 12 Fakultas dan Pascasarjana, tetapi sekitar 60-70 % dialokasikan untik gaji pegawai namun operasional pendidikan yang kurang.

Sedangkan suport dana dari Pemerintah Provinsi Papua Barat kepada Universitas Negeri Papua, menurut Rektor tidak pernah ada, sementara dana otsus baru dibicarakan, tetapi dialokasikan pada Fakultas Kedokteran yang selama ini mandek.

Sedangkan, menurut ketua BEM Unipa, Imanuel Rumere, kenaikan SPP itu terlalu tinggi karena sebelumnya untuk tingkat S1 per bulan Rp 450 ribu jadi lebih dari Rp2,9 juta, D-III Rp700 ribu jadi Rp2,4 juta. Sekjen BEM Unipa.

Setelah mendengarkan penjelasan Rektor, Sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi demo dan membakar ban, membuka gerbang kampus dan membubarkan diri dengan tertib.

Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa serta arus lalu lintas di depan kampus berjalan normal.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: