PSU Maybrat : KARYA 30 Suara Vs Sako 27 Suara

0
580
proses PSU di Maybrat ok
Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang diperintahkan Mahkamah Konsitusi (MK), dijalankan oleh KPU Maybrat, di TPS 01 Kampung Irohsohser, Distrik Aitinyo Tengah, Senin (15/05/2017)

Maybrat,TN – Tahapan panjang Pemilihan kepala daerah Kabupaten Maybrat akhirnya menghadirkan pemimpin baru, setelah proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang diperintahkan Mahkamah Konsitusi (MK), dijalankan oleh KPU Maybrat, di TPS 01 Kampung Irohsohser, Distrik Aitinyo Tengah, Senin (15/05/2017)

Dari pantauan,Teropong  News Senin pagi, ratusan aparat gabungan TNI/ Polri disiagakan di sepanjang jalan masuk ke kampung tersebut, hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dalam pengamanan ini, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Martuani Sormin Siregar, Dandim 1704/Sorong, Letkol Inf Daniel Etgar Syalom Lalawi dan beberapa petinggi TNI-Polri lainnya.

Proses PSU ini berjalan aman dan terkendali.Walaupun terjadi sedikit gesekan antara masyarakat dan pihak penyeleggara tinggal TPS, namun Kelompok Panitia Pemungutan Suara Ulang (KPPSU) Irohsohser dapat menyelesaikannya dengan baik.

Dalam Data Pemilih Tetap (DPT) yang tercatat di KPU, Kampung Iroh Sohser memiliki 66 suara yang sedianya akan diperebutkan oleh pasangan nomor urut 1 Drs. Bernard Sagrim, MM-Drs. Paskalis Kocu, M.Si (SAKO) dan pasangan nomor urut 2 Karel Murafer, SH, MA-Yance Way, SE, MM (KARYA), namun setelah didata kembali ternyata 4 orang sudah meninggal, sementara 5 orang lainnya ditemukan memiliki DPT ganda, sehingga total 9 suara tidak dapat diberikan hak pilihnya, sehingga kedua pasang calon hanya memperebutkan 57 suara.

Setelah proses PSU berjalan, Pasangan KARYA berhasil mengungguli SAKO dengan hasil 30 suara untuk KARYA dan 27 suara untuk SAKO. Namun karena Pasangan SAKO sudah memiliki modal 29 suara sah dari Pilkada 15 Februari silam, maka mereka berhak atas kemenangan dalam Pilkada secara keseluruhan, dengan selisih suara 26 suara.

Komisioner KPU RI Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM, Wahyu Setiawan, S.IP, M.Si, kepada awak media usai PSU mengatakan, warga di kampung ini sangat dinamis dalam pelaksanaan PSU, namun secara umum, pelaksanaannya berjalan aman dan lancar, dimana semua orang menggunakan hak pilihnya dengan tenang dan nyaman tanpa tekanan.

“Setelah penghitungan suara ini, diharapkan semua pihak dapat menerima hasilnya, sehingga pelaksanaannya berjalan baik,”ujarnya.

Disinggung mengenai kemungkinan pembatakan MK tentang PSU ini, kata Wahyu, hasil hari ini adalah hasil paling optimal yang dilakukan KPPS dan sudah dilakukan klarifikasi oleh kepala kampung dan disaksikan juga oleh seluruh anggota KPPS, sehingga kemungkinan pembatalan hampir tidak ada.

Sementara itu, anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja yang turun langsung memantau pelaksanaan PSU menambahkan, setelah dilakukan pemantauan ditemui ada masalah dalam pelaksanaan pemilihan.

“Kami baru pertama kali menemukan masalah seperti ini, dimana ada dua orang yang sama dengan dua KTP yang sama pula.Oleh karena itu, kami menyerahkan semua permasalahan ini ke KPPS untuk menyelesaikannya secara faktual. Totalnya ada tujuh orang, dua sudah dinyatakan sah dan lima orang tidak bisa mengikuti PSU,”jelasnya.

Ditanya mengenai sanksi atau aturan terhadap penyelenggara yang sebelumnya di TPS 01 Iroh Sohser ini, kata Bagja, sesuai rekomendasi dari Bawaslu, KPPS di kampung tersebut langsung diganti oleh KPU dan langsung menjalankan perintah MK.

“Yah kita berharap semua permasalahan Pilkada di sini selesai sudah dengan adanya PSU ini,”tuntasnya.(*)

Tinggalkan Komentar