Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pemda R4 Musnahkan Miras dan Barang Kadaluarsa

0 0

Raja Ampat TN – Ratusan Minuman Keras (Miras) ilegal, dan barang-barang kadaluarsa hasil sidak tim operasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Raja Ampat dimusnahkan di Kantor Bupati, Jumat (19/5/17). Pemusnahan dilakukan dengan cara mengeluarkan/menuangkan seluruh isi-isi botol miras serta membakar barang-barang kadaluarsa.
Jenis miras yang dimusnahkan diantaranya bir bintang 72 kaleng, bir bintang jumbo 74 kaleng, guiness 16 kaleng, vodka mension 648 botol, dan vodka robinson 480 botol.
Makanan instan berbagai merek antara lain Mie instan dan sejenisnya 167 kemasan, snack 316 kemasan, bumbu dapur/kue 453 dan susu formula 426 kemasan. Barang kadaluarsa, minuman berbagai merk 353 kaleng, kosmetik dan obat-obatan 487 kemasan, campuran 312 botol.
Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, SE (AFU) menyampaikan bahwa, pemusnahan ini dilakukan sebagai bentuk ketegasan dari Pemerintah Raja Ampat kepada pemasok miras di Kota Waisai. Tidak ada kata konpromi terhadap pemasok, distributor maupun para pengecer miras yang tidak mengikuti aturan-aturan yang berlaku di wilayah Raja Ampat. Kita semua tahu, efek dari miras bisa merusak manusia.
“Sehingga harus ditertibkan, ada lokasi tertentu yang dapat menjual miras di Waisai. Saya sudah perintahkan Dinas Pendapatan Daerah supaya segera mengeluarkan lebel pemerintah sehingga dapat dikontrol. Dan juga bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah, maka kedepan semua miras harus memiliki lebel”, tegas Bupati kepada Wartawan di kantor bupati, kemarin.
Selain miras, Pemerintah Raja Ampat juga akan terus mengawasi peredaran barang-barang di Kota Waisai. Apalagi dalam waktu dekat sudah masuk bulan suci ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Tentu kami juga sangat serius untuk melihat peredaran obat dan makanan di Waisai. Barang kadaluarsa, ini sifatnya sangat membayakan nyawa manusia apabila dikonsumsi.
“Kami juga sedang memantau peredaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di pangkalan, APMS serta pengecer Waisai, terkait bbm satu harga. Kita akan tegas dan terus terjun ke lapangan untuk penertiban, agar dapat mengimbangi kesepakatan-kesepakatan yang sudah dibuat antara pengusaha pangkalan dan pemerintah. Apabila masih ada yang melanggar, kami tidak ada konpromi, sudah pasti ijin akan kami cabut”, tutupnya.(*)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar