Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pangdam ; Kodim R4 Dibangun Dengan 13,9 miliar

0 0

Waisai, TN – Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal TNI Yoppye O. Wayangkau didampingi Danrem 171/PVT Sorong, Brigjen TNI Ignatius Yogo Triono beserta Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Raja Ampat, dengan luas tanah kurang lebih 28,5 hektar di Jl. 30 Kota Waisai Raja Ampat, rabu (26/4/17).

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal TNI Yoppye O. Wayangkau mengtakan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan Makodim Raja Ampat, bersumber dari TNI-AD sebesar 13,9 miliar rupiah. “Tahun ini seluruh pembangunan ditargetkan selesai. Agar personil yang ditugaskan di Makodim Raja Ampat bisa membantu pemerintah dan Polri untuk menjaga keamanan di Raja Ampat dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Serta meningkatkan ekonomi masyrakat Raja Ampat”, ujarnya kepada Wartawan, kemarin.

Pangdam juga menjelaskan, bahwa pembangunan Makodim Raja Ampat merupakan kewajiban serta konsekuwensi sebagai Kodam XVIII/ Kasuari di Papua Barat. “Raja Ampat adalah wilayah di Papua Barat yang pertama dibangunya kantor Makodim sejak Kodam XVIII/Kasuari berdiri. Setelah bangunan kantor sudah rampung, akan ada sekitar 300 personil TNI-AD yang  ditugaskan di Raja Ampat untuk memback-up serta mengamankan wilayah ini”, jelas Yoppye.

Lanjut Pangdam, selain pembangunan kantor Makodim, TNI-AD juga akan menambah beberapa kantor koramil di wilayah Raja Ampat sebagai penunjang makodim. “Secara ideal untuk satu Makodim, harus ada lebih dari 10 kantor koramil. Apalagi kita tahu, wilayah Raja Ampat secara geografis dikelilingi laut, dan pulau-pulau. Sehingga secara bertahap, kami harus membangun koramil sehingga personil bisa bertambah”, Ungkapnya.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE dalam sambutanya mengatakan bahwa pemerintah dan masyrakat Raja Ampat menerima dengan tangan terbuka atas terbentuknya Markas Komando Distrik Militer (Makodim) Kodam XVIII/Kasuari di kota Waisai. wilayah kodim sudah di iklahskan oleh masyarakat adat untuk TNI AD pada  jauh-jauh hari, sebelum ada pembangunan.

“ini sebagai wujud nyata dukungan dari masyrakat Raja Ampat untuk TNI. Dan juga sebagai falsafah kemanunggalan TNI dengan Rakyat, serta sebagai mitra pemerintah daerah Raja Ampat”,ujar Bupati

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa historis Kabupaten Raja Ampat tidak terlepas dari TNI. “sebelum Kabupaten ini berdiri, sudah ada 10 rumah yang dibangun TNI di Waisai. Dalam program ABRI masuk desa. Jadi TNI juga punya andil dalan sejarah Kabupaten Raja Ampat”, tutupnya.(*)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: