Meresahkan, Ada Pungli di Lima Obyek Wisata Raja Ampat

0
254
puncak Wayak Kabupaten Raja Ampat
puncak Wayak Kabupaten Raja Ampat

Waisai, TN- Lima lokasi objek wisata di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat terindikasi telah terjadi pungutan liar (pungli). Hal ini diduga karena ada penarikan atau uang masuk disetiap lokasi wisata tersebut.

Kepala Bagian Hukum sekretariat pemda Raja Ampat, Mohliyat Mayalibit, SH mengatakan bahwa sudah ada informasi yang terkait dugaan praktek pungli. Modus pungli menggunakan cara penarikan bea pas masuk  atau retribusi disetiap objek wisata.

“kami juga sudah berkordinasi dengan pihak Polres Raja Ampat untuk membicarakan hal ini. Dan sudah sepakat untuk melakukan sosialisasi lebih dulu terkait retribusi. Sebelum tim sapu bersih pungutan liar (saber pingli) turun ke lokasi. Agar masyarakat tidak merasa dijebak”, Jelas Mohliyat baru-baru ini diruang kerjanya.

Lanjut Kabag Hukum, Tujuan dari sosialisasi ke lokasi-lokasi wisata, agar tidak ada lagi pungutan-pungutan yang melampaui ketentuan sesuai aturan yang diatur dalam peraturan daerah (perda).

“memang benar, dalam undang-undang desa ada disebut soal pungutan. Tetapi pungutan itu tidak boleh melampui yang sudah ditetapkan dalam perda atau yang termuat dalam peraturan bupati (perbup). Dia harus setara atau dibawa nilai yang dicantumkan dalam perda”, jelas Mohliyat.

Lebih lanjut Mohliyat mengatakan bahwa pungutan itu harus jelas. Jika itu adalah peraturan kampung, maka harus melibatkan Bamuskam, Kepala Kampung, Tokoh Adat, Tokoh Masyrakat. Dan hasil pungutan harus untuk keperluan kampung. Bukan individu.

“Kalau cara pungutan sudah tidak berdasarkan aturan hukum. Hasil pungutan disalah gunakan. Maka itu termasuk pungutan liar (pungli)”, Ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, kami dari bagian hukum setda Raja Ampat, dan Polres Raja Ampat akan mendatangi lima objek wisata yang disinyalir terindikasi pungli. Guna melakukan sosialisasi serta pemahaman kepada masyrakat terkait pungli.

“Setelah sosialisasi, akan ada pengawasan dari tim saber pungli. Yang terdiri dari Kejaksaan, Kepolisian, Inspektorat, Bagian Hukum, Dan Pomal, Koramil, Satpol PP”, ungkapnya.

Jika sosialisasi sudah dilakukan, masyrakat tetap masih melakukan pungutan diluar aturan hukum. Maka akan ditindak dengan tegas oleh tim saber pungli.

“Karena ini sudah meresahkan para wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat. Pasalnya mereka sudah membayar PIN, tetapi sampai dilokasi wisata harus membayar uang masuk juga, dengan tarif yang berfariasi. Ini yang akan kami tindak, setelah melakukan sosialisasi”, tutupnya. (*)

Tinggalkan Komentar