Mahasiswa Demo Polda, Desak Usut Korupsi Raja Ampat

Bupati Faris : "Silahkan dicrosschek dan diusut jika benar ada indikasi korupsi yang libatkan saya atau wakil bupati"

0
416

Manokwari TN – Puluhan Mahasiswa asal Raja menggelar aksi demontrasi damai di Mapolda Papua Barat,Selasa (11/04/2017). 

Pendemo mengusung beberapa spanduk dan pamflet yang bertuliskan, desakkan agar Polda Papua Barat mengusut beberapa persoalan termasuk dugaan korupsi bupati dan wakil bupati Raja Ampat.

Demo sempat diwarnai ketegangan karena pendemo tidak dizinkan memasukan halaman Mapolda. Menurut Dirbinmas Polda Papua Barat,  Kombes I Nyoman Suastra,SH yang menemui para pendemo, aksi demo itu tidak melalui prosedur dan tidak ada pemberitahuan ke Polda. 

Sebelum membubarkan diri , perwakilan pendemo menyerahkan aspirasi kepada Kombes I Nyoman. ” tidak semua aspirasi mereka masuk dalam ranah Polri.  Kami akan pelajari jika benar memang ada indikasi korupsi kami akan segera tindak”, tegas Nyoman.

I Nyoman juga menjelaskan untuk masalah kerusakan karang oleh kapal pesiar, sudah ditindak lanjuti dan terus dikawal dalam prosesnya.

Ketua Forum Gerakan Mahasiswa Raja Ampat Nusantara, Frans Mambrasar didampingi beberapa delegasi mahasiswa Raja Ampat lainnya dalam confrensi perssnya di Manokwari, Selaaa (11/04/2017) menerangkan bahwa, gerakan penyampaian aspirasi ke Polda Papua Barat yang di lakukan ini, adalah semata untuk mencari keadilan dari apa yang menjadi Hak dan Aspirasi masyarakat adat Moi Maya Raja Ampat secara umum, terhadap wilayah adat yang terkena dampak kerusakan lingkungan pasca pembangunan proyek Jalan Lingkar Waigeo (JLW).

“Kami minta Kapolda Papua Barat agar segera menindak lanjuti terkait aspirasi masyarakat ini dimana kami harap agar terkait persoalan dugaan penyelewengan kerusakan hak adat akan pembangunan proyek (JLW), juga didalamnya terdapat dugaan korupsi terhadap APBD tahun 2015-2016, yang diduga adanya nilai – nilai anggaran siluman segera usut.

Sementara itu, Ketua Gema Maya, Ludya Mentasan dalam press lirisnya mengatakan bahwa, pemerintah Kabupaten Raja Ampat harus menghentikan serial pembangunan yang merusak ruang-ruang hidup masyarakat adat, seraya juga meminta dengan tegas kepada Bupati Raja Ampat, harus menyelesaikan semua konflik yang terjadi terhadap masyarakat adat.

Menyikapi aksi demo itu, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati,SE yang dikonfirmasi awak media menyatakan, sangat terbuka dan mempersilahkan untuk mengecek kebenaran apa yang diaspirasikan para pendemo. ” Silahkan di crosschek dan diusut jika memang ada dugaan korupsi yang dilakukan oleh saya dan wakil bupati”, tegas bupati Faris.( *) 

Tinggalkan Komentar