Lecehkan Wartawan, Pemilik Akun FB Dipolisikan

Pemred Teropon News : "Jika ada informasi tentang oknum wartawan yang nakal, siapapun segera melaporkan kepihak berwajib"

0
221
Wartawan
Sejumlah Wartawan Medeia Cetak dan Elektronik saat mediasi di Polres sorong.

Sorong TN – Dianggap telah melecehkan profesi wartawan melalui media sosial (medsos), pemilik akun di situs sosial raksasa Facebook harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Yuli Prasti Ananda 25,  pemilik akun Facebook bernama Prasetya Strumgewehr Ashter terpaksa dilaporkan kepada pihak yang berwajib pada Selasa (9/5), atas tuduhan telah merusak nama baik profesi wartawan.

Ananda menyampaikan pernyataannya itu pada grup diskusi Facebook, yakni grup Informasi Kejadian Kota Sorong. Yang saat ini menjadi salah satu media informasi bagi masyarakat tentang peristiwa yang terjadi secara langsung khususnya di Kota Sorong. 

Pernyataan ia tujukan kepada para wartawan yang dia anggap suka meminta-minta uang dari perusahaan kontraktor.

Sayangnya Ananda tidak menyebutkan secara jelas siapa identitas wartawan itu atau menyebut dengan kata oknum wartawan. 

Alhasil pernyataannya tersebut menuai kritik pedas dari sejumlah wartawan yang kebetulan juga tergabung sebagai anggota di grup IKKS.

TN
Pemimpin Redaksi Teropong News

“Cuma info saja, yang merasa kerja di wartawan tolong cari berita dengan benar. Khusus yang suka datang ke kontraktor dan minta-minta uang itu, heran sekali. Kamu yang pergi pelatihan buat kemajuan kantormu malah minta uang di kontraktor sini,” begitulah potongan isi penyataan Ananda pada kirimannya di grup IKKS pada situs Facebook.

Setelah dilacak, diketahui pemilik akun tersebut merupakan salah satu karyawan di perusahaan bernama PT. Adriyani Jaya Abadi yang berdomisili di Aimas, Kabupaten Sorong.

Karena tidak terima dengan pernyataan itu akhirnya beberapa perwakilan wartawan dari media cetak maupun elektronik melaporkan yang bersangkutan di Polres Sorong. 

Dalam proses penyelesaian masalah pelecehan profesi pers tersebut, akhirnya awak media dipertemukan dengan Ananda yang didampingi oleh salah satu atasannya tempat ia bekerja, Linda Robowo untuk melakukan mediasi.

Pada mediasi tersebut redaktur pelaksana Papua Barat Pos, Hasan Lessy mewakili para wartawan menyesalkan masalah tersebut harus terjadi. Ia mengutarakan apa yang dilakukan Ananda telah menyinggung profesi pers dan dapat dijerat tindakan hukum.

“Kalau memang ada oknum wartawan yang melakukan hal tersebut silahkan sebut saja identitasnya atau laporkan kepada Polisi, bukan menyebarkan ujaran kebencian yang ditujukan profesi orang. Apalagi disampaikan melalui medsos, dampaknya yang baca ada ribuan orang sehingga nanti akan menciptakan opini yang kurang bagus buat kami yang bekerja sebagai wartawan,” ujar Hasan.

Ditempat terpisah Pemimpin Redaksi Teropong News, Imam Mucholik mendatangi Mapolres Sorong Kota berencana meloporkan Ananda. Namun, karena sudah terlebih dahulu  dilakukan mediasi di Polres Sorong, Imam mendesak pelaku harus meminta  maaf terbuka di media massa. 

” Pelaku harus memohon maaf di media cetak,elektronik dan online yang ada d Sorong Raya. Silahkan pelaku melapork oknum wartawan yang disebut dalam pernyataan di FB itu”, tegas Imam.

Pemred Teropong News juga berharap, peran serta masyarakat dalam mengontrol wartawan lebih proaktif. “Dalam menjalankan profesinya wartawan, tidak ada yang mengawasi secara langsung dilapangan. Sehingga jika ada informasi tentang oknum wartawan yang nakal, siapapun segera melaporkan kepihak berwajib. Jangan ragu atau takut, wartawan tidak kebal hukum, jika merugikan orang lain silahkan dilaporkan”, jelas Imam.

Dalam mediasi itu pula, Linda Ribowo saat mendampingi Ananda sempat mengeluh mengenai oknum wartawan yang suka meminta-minta uang dikantornya.

 Bahkan menurut pengakuannya oknum wartawan yang dimaksud pernah datang bisa sampai sepuluh kali dalam sebulan. Saat ditanya mengenai identitas oknum wartawan, dirinya hanya menjawab jika tidak mengingat namanya oknum wartawan tersebut. Hanya saja Ribowo sempat membeberkan ciri-ciri oknum wartawan tersebut. Disampaikan oknum wartawan tersebut memiliki tubuh tinggi besar, berwarna kulit kuning langsat dan berambut panjang yang sering dikuncir. Informasi yang disampaikannya pun dijadikan bahan perhatian bagi para wartawan melihat sudah kesekian kali ada oknum yang mengaku-ngaku berprofesi wartawan untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan kode etik jurnalistik.

Dalam surat penyataann,  pelaku menyampaikan tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan membuat permintaan maaf melalui media selambat-lambatnya hingga tanggal 12 Mei 2017. Dan jika tidak melaksanakan tuntutan tersebut sesuai waktu yang ditentukan maka dirinya siap diproses secara hukum. (*)

Tinggalkan Komentar