Kepala Bappebti Imbau Ritel Modern Sorong Bisa Ikut Terapkan HET

0
24
Kementerian Perdaganan
Kepala Bappebti Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengimbau kepada para pelaku usaha ritel modern di Kota Sorong

Sorong, TN-Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengimbau kepada para pelaku usaha ritel modern di Kota Sorong, Papua Barat, agar menjaga harga jangan terlalu jauh dari ketentuan harga eceran tertinggi (HET). HET yang ditetapkan yaitu untuk komoditas utama gula Rp12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, dan daging beku Rp80.000/kg.

Hal tersebut disampaikan Bachrul saat meninjau beberapa ritel modern lokal pada kunjungan kerrja hari ke-2 di Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (27/4).

“Di sini kami menemukan harga ketiga komoditas tersebut masih dalam harga terjangkau meski sedikit di atas harga rata-rata nasional. Kami mengharapkan pelaku usaha ritel lokal di sini agar tidak mengambil keuntungan terlalu besar agar dapat mendekati HET. Sedangkan dari sisi pasokan, masih terpantau baik meski harus diantisipasi adanya lonjakan permintaan,” ujar Bachrul.

Bachrul mengunjungi ritel modern lokal Mega dan Jupiter di Jl. Basuki Rahmat, serta ritel Saga di Jl. Jenderal Sudriman Kota Sorong. Bachrul mengungkapkan, di Papua Barat, khususnya di Sorong belum ada ritel modern yang merupakan anggota Aprindo. “Meski belum ada ritel modern yang menerapkan HET di Sorong ini, kami akan terus memantau kestabilan pasokan agar mencukupi dan harga berada di tingkat yang terjangkau, meski tidak mengikuti kebijakan HET,” lanjut Bachrul.

Pada kunjungan ke tiga ritel tersebut, terpantau harga penjualan gula pasir curah Rp13.500-14.500/kg; Gulaku Rp17.000-19.800/kg; dan daging beku Rp120.000-130.000/kg. Sedangkan minyak goreng kemasan sederhana tidak tersedia di ritel modern, melainkan hanya tersedia minyak goreng premium (Bimoli, Filma, Kunci Mas) dengan harga Rp14.700-17.400/liter.

“Harga di sini masih terjangkau meskipun diharapkan semakin bisa mendekati ketentuan HET yang sudah ditetapkan,” ujar Bachrul.

Bachrul juga menganjurkan para peritel untuk mengambil pasokan dari Bulog agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Adapun Bachrul menambahkan, saat ini stok gula di gudang Bulog masih mencukupi untuk 3 bulan ke depan.

Bachrul juga sangat merekomendasikan para pelaku usaha ritel di Sorong untuk bergabung dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) agar dapat mengambil banyak manfaat dan memperluas jaringan. Selain itu, pelaku usaha diharapkan dapat berpartisipasi menyosialisasikan kepada suppliers mereka mengenai ketentuan pendaftaran distributor sesuai Permendag No. 20 Tahun 2017. Dengan demikian, para pelaku usaha ritel dapat membantu pemerintah agar pasokan barang pokok dapat terus terpantau ketersediaannya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Aprindo dengan distributor gula, minyak goreng, dan daging pada 4 April 2017 di Jakarta. Kesepakatan tersebut menetapkan haga jual maksimal untuk tiga komoditas utama gula Rp12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, dan daging beku Rp80.000/kg.

Bachrul menjelaskan, ritel modern memegang peran penting dalam distribusi barang pokok karena menjadi “price leader” atau rujukan pembentukan harga bagi pasar tradisional dan toko kelontong. Karena itu, lanjut Bachrul, jika di ritel modern harga bisa dikendalikan, maka efeknya juga akan sampai ke pasar dan warung.

“Dengan adanya pengaturan HET di ritel modern, maka diharapkan dapat membawa dampak penurunan harga di pasaran,” tandasnya.

Bachrul mengapresiasi para pelaku usaha ritel yang telah mendukung kebijakan Pemerintah dalam menetapkan HET guna menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

“Kami menghargai dukungan ritel modern dalam menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dengan dukungan ritel modern, diharapkan akan tercipta titik keseimbangan harga yang baru,” ujar Bachrul.(*)

Tinggalkan Komentar