Ini Ciri Khas Batik Raja Ampat

0
81
batik R4
Pengerajin Batik Khas Raja Ampati

Waisai, TN – Kabupaten Raja Ampat kini mempunyai ciri khas batik tersendiri. Batik Raja Ampat mengusung motif alam, serta biota laut. Batik tersebut di design langsung oleh Alfius Mirino, putra asli Raja Ampat. Sebagai designer Batik Alfius memang berprofesi sebagai seniman alam.

Alfius Mirino saat ditemui wartawan menjelasakan, pembuatan batik ini untuk menunjukan bahwa Raja Ampat juga mempunyai batik sendiri. “Motif batik Raja Ampat ini murni berasal dari alam, seperti yang berada dibalik kulit penyu. Ada ukiran-ukiran tulisan, serta ornamen dibalik kulit penyu itu. Hal inilah yang menjadi cikal bakal motif-motif batik asal Raja Ampat”, Ujar Alfius dilokasi pembuatan batik, gedung salomeseben baru-baru ini.

Selain motif alam dan biota laut, ada juga motif lain, yaitu motif yang menyerupai orang sedang bersalaman. Ini diambil karena milihat Raja Ampat ada beragam suku, agama dan ras. Sehingga itu menjadi motif silahturahmi. Jelasnya.

Alfius yang juga ketua pembuatan batik ini mengatakan bahwa, kami mendapat dukungan penuh dari Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE dan juga ketua PKK, Faujia Tampubolon Umlati. “Sehingga kami bisa berangkatkan ibu-ibu mengikuti pelatihan pembuatan batik di Kab. Pekalongan Provinisi Jawa Tengah. Setelah pelatihan, mereka kembali dan mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat. Sehingga dari tangan-tangan mereka lahir batik ciri khas Raja Ampat”, jelasnya.

Lanjutnya, Untuk mempromosikan batik tersebut, kami menggunakan nama dari Bupati dan Ibu PKK yaitu, Abdul Faris dan Faujia Tampubolon Umlati Raja Ampat. Yang disingkat (AFUTRA). “Ini untuk mempermudah orang dalam mengenal batik Raja Ampat. Karena mereka berdua (Bupati, dan Ibu ketua PKK.red) adalah orang nomor satu di Raja Ampat”, jelasnya.

Ia juga menjelaskan, Ada dua jenis kain yang dipake dalam pembuatan batik tersebut. Yakni, kain sutra dan kain katun. Dengan harga, kain sutra Rp. 8.000.000/kain, sedangkan untuk kain katun seharga Rp. 4.000.000/kain. Dan prodak pertama sudah laku 50 kain. “Meskipun belum dilonceng secara resmi, namun batik ini sudah digunakan Bupati, dan beberapa pimpinan SKPD dilingkungan pemda Raja Ampat”, Ujar Alfius Mirino

Ditahun ini kami akan membuat batik sebanyak 4000 Pcs untuk seluruh pegawai negeri yang ada di Raja Ampat. Dan tahap selanjutnya 15000 pcs untuk pendidikan, mulai dari Paud (TK) sampai dengan perguruan tinggi. Kami juga membuka lowongan untuk anak negeri dan juga untuk siapa saja yang ingin bergabung dalam pembuatan batik ini. “Tidak memilih dia darimana asalnya, sepanjang ada kemauan, dan bersungguh-sungguh kami akan terima”, Tutupnya. (*)

Tinggalkan Komentar