Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gubernur : “Proyek Perpanjangan Run Way Segera Dilelang”

0 0

Manokwari,TN- Terkait kejadian tergelincirnya pesawat Sriwijaya Air jenis Boeng PK-CJC dengan nomor penerbangan SJ 570 di Bandara Rendani, Manokwari, Rabu (31/05/2017) lalu.

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan mendesak agar proyek perpanjangan run way Bandara Rendani Manokwari segera dilelang, agar proses pengerjaan dapat dilaksanakan.

“Diharapkan agar proyek perpanjangan run way bandara Rendani segera dilelang supaya pengerjaan dilakukan” ucap Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kepada wartawan usai melaksanakan olahraga pagi di lapangan apel perkantoran Gubernur Papua Barat, Jumat (02/06/2017)

Mandacan mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah menganggarkan dana untuk proyek perpanjangan run way bandara Rendani, Manokwari, namun mantan Bupati Manokwari ini belum mengetahui besar dana yang dianggarkan dalam APBD induk 2017.

“Jumlah besaran dana yang dianggarkan dalam APBD 2017 nanti saya cek Dinas terkait, PU dan Perhubungan pada hari Selasa” pungkasnya.

Dikatannya, pengerjaan proyek perpanjangan run way bandara Rendani ini bukan tanggung jawab Pemprov Papua Barat tetapi Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Pemerintah Pusat.

“Pemda Manokwari punya tugas masyarakat atau pemukiman yang ada disitu digeser pada tempat yang sudah disepakati bersama termasuk ganti rugi masyarakat, kemudian pemprov juga dukung dalam hal pemindahan tetapi juga perpanjangan lapangan terbang” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat, Pieterz Kondjol,S.E,M.A dalam keterangan persnya kepada wartawan di Manokwari mengatakan, pihaknya akan mendorong percepatan lelang proyek perpanjangan landasan pacu (Run way) Bandara Rendani, Manokwari.

“Kami DPR Papua Barat perhatikan persoalan ini dengan serius. Untuk itu, kita akan mendorong agar proses pelelangan bisa dipercepat” ucap Pieterz Kondjol saat dikonfirmasi wartawan di Manokwari.
Kata Kondjol, APBD induk Papua Barat tahun 2017 telah dianggarkan dan senilai Rp 80 Milyar untuk pembangunan Bandara Rendani, namun belum dipastikan dana tersebut untuk perpanjangan run way atau membayar pelepasan hak ulayat.

“Saya belum tahu secara pasti ya, tetapi informasiya kedua-duanya ada dalam anggaran tersebut” tutur Kondjol kepada Awak media.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: