Dugaan Korupsi Pembangunan Rektorat UNIPA Segera Digelar

0
178
Kabid Humas Polda PB, AKBP Hary Supriyono

MANOKWARI,TN- Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rektorat Universitas Papua lanjutan tahap V yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2014 segera dilakukan expose perkara.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Rudolf Alberth Rodja melalui Kabid Humas, AKBP Hary Supriyono kepada wartawan mengatakan, Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Papua Barat telah melakukan penyelidikan terhadap proyek pembangunan gedung rektorat Unipa yang dikerjakan PT Pulau Lemon.

Sesuai kontrak nomor : 927/ UN42/ PS/ 2014 Tanggal 20 Mei 2014 dengan kontrak Rp 28.119.148.000,

Dari hasil penyelidikan sementara terjadi dugaan penyimpangan yaitu, sebagian pekerjaan yang tidak dikerjakan, pengurangan volume pekerjaaan dan Mark up, diduga dilakukan Perusahan yang Dirut berinisial NAK alias HN.

“Penyidik telah mengumpulkan dokumen DPA, Kontrak, SPP, SPM, SP2D, melakukan klarifikasi dengan ahli konstruksi, kemudian penyidik kami melakukan pemeriksaan fisik pembangunan gedung rektorat Unipa lanjutan tahap V tahun 2014” ungkap Kabid Humas saat memberikan keterangan pers kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (31/07/2017)

Hary menjelaskan, penyidik akan memanggil dan meminta klarifikasi terhadap Direktur PT Pulau Lemon, NAK alias HN dan kontraktor perencanaan berinisial BM sebagai Direktur PT Mitra Mandiri Konsultama.

Kemudian penyidik Ditreskrimsus juga melakukan klarifikasi terhadap Direktur PT Manokwari Bangun Pratama berinisial VAS, karena diduga perusahan ini melakukan pekerjaan pembangunan gedung Rektorat Unipa sesuai kontrak nomor : 460/UN42/PS/2015 Tanggal 06 Agustus 2015, dengan nilai kontrak sebesar Rp 9.693.085.000.

Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan PT Manokwari Bangun Pratama karena dari hasil lidik dan keterangan ahli konstruksi telah ditemukan pekerjaan yang tidak dikerjakan, kekurangan volume, ada juga yang dikerjakan tidak sesuai volume dan nilai satuannya terkoreksi kurang.

Sehingga penyidik juga akan mengklarifikasi pekerjaan menggunakan APBN tahun 2015 ini kepada kontraktor pelaksana PT Manokwari Bangun Pratama yang merupakan istri dari NAK alias HN.

Setelah melakukan penyelidikan dan expose perkara, maka penyidik akan menggelar perkara di Polda Papua Barat untuk menetukan status penyelidikan dinaikan menjadi penyidikan dilanjutkan dengan penetapan tersangka.

Supriyono menegaskan bahwa, Polda Papua Barat tidak tebang pilih penananganan kasus korupsi di wilayah hukumnya, siapa pun yang bersalah tetap ditindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.(***)

Tinggalkan Komentar