Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

DPR-PB  Akan Bentuk Pansus Sengketa Sawit PT. RSP

0 0

Manokwari , TN –  Persoalan terkait PT. Rimbun Sawit Papua (RSP) yang masih  memanas. PT. RSP di klaim tidak mengikuti aturan dan kesepakatan dalam menghargai hutan Adat serta masyarakat adat.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Papua Barat(DPRDPB) diminta, segera menindak lanjuti aspirasi masyarakat adat dengan membentuk panitia khusus (pansus).  Untuk mengawal aspirasi masyarakat dan lembaga masyarakat adat, dari perwakilan tujuh suku agar menyelesaiakan sengketa perkara dengan PT. RSP.

Menanggapi hal ini anggota DPR PB dari fraksi Golkar, Elias Lamere menfaku telah menampung aspirasi masyarakat guna pembentukan pansus .  “Pansus ini dibentuk untuk mengawal aspirasi mereka, yang disampaikan dalam pernyataan sikap dalam penyelesaian sengketa lahan adat yang masih terjadinya aktivitas yang dilakukan oleh PT RSP,”Ujar Lamere kepada media ini (13/4).

Menurut Lamere, dengan telah diterimanya aspirasi masyarakat dan laporan masyarakat pada tanggal 6 April lalu, akan menjadi dasar segera dibentuknya pansus. Ini nantinya jelas Lamere,  tidak hanya sekedar mendengar aspirasi masyarakat, tapi juga dalam melakukan tatap muka dengan manajemen PT. RSP guna segera melakukan peninjauan lapangan langsung, hingga pertemuan guna penyelesaian pelanggaran Tanah Adat ini.

Sementara itu, Kepala Suku Irarutu Papua Barat Drs.Albertus Anofa, juga berharap dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan agar persoalan penyelesaian sengketa aspirasi masyarakat dapat segera ditindak .

Albert mengatakan, dalam pembangunan kelapa sawit di Indonesia telah menyebabkan berbagsi konflik, pelanggaran hak asasi manusia dan pencurian tanah masyarakat,  menghancurkan hutan, memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan iklim dan kesehatan manusia.

“Hal ini kalau dibiarkan maka saya jamin sepuluh atau duapuluh tahun mendatang masyarakat transmigrasi dan dataran distrik Bomberay siap berlabuh di atas air. Dimana jika terjadi kerusakan Hutan, luasan luapan air ke permukaan tidak akan sejajar dan pastinya akan terjadi pengrusakan yang lebih hebat,”Paparnya (*)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: