Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

DPRD Maybrat Bantah Isu Pemindahan PSU Irohsohser

0 0

SORONG,TN– Mendekati pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Maybrat 15 Mei mendatang, berbagia isu muai disebar oknum-oknum tak bertanggung jawab. Salah satu isu yang tengah hangat dibicarakan adalah pemindahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Kampung Iroh Sohser, di salah satu daerah di luar Maybrat.
Terkait hal ini, Ketua DPRD Maybrat Ferinando Solossa, SE membantah dengan tegas. Menurut dia, isu ini tidaklah benar dan sangat tidak mendasar apabila dijalankan.
“Penyebaran isu ini masih terlalu pagi dan tidak ada dasar hukum yang menjadi landasan untuk wacana ini. Kalau pemindahan TPS, tidak boleh di luar wilayah pemerintahan Maybrat. Bisa saja pindah, tetapi tidak hanya di sekitar kampung pelaksanaan PSU tersebut, atau di distrik sekitar,”tegasnya, saat ditemui wartawan di Kota Sorong, Senin (08/05/2017).
Isu-isu seperti ini, sambungnya, dapat memicu gesekan horizontal antar warga di Maybrat yang berujung pada pertikaian dan kekacauan. Oleh karena itu, kepada masyarakat Kabupaten Maybrat, selaku representatif daerah maupun Pemerintah Daerah Maybrat meminta untuk tidak terprovokasi dan terhasut isu yang disebarkan kelompok-kelompok yang tak bertanggung jawab ini.
“Kita harus serahkan semua ke pihak penyelenggara dan tidak boleh memperkeruh suasana saat pelaksanaan PSU mendatang. Masalah keamanan kita harus serahkan kepada aparat dan kami dari Pemerintah Daerah akan mensuport anggaran untuk sukses pelaksanaan PSU tersebut,”tukasnya.
Selain masyarakat, Ferinando juga meminta kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat langsung dan ikut menghasut masyarakat, sehingga mempengaruhi pelaksanaan PSU.
Menurutnya, sesuai hakekat yang ada, ASN harus tetap bersikap netral dan tidak memihak, karena ASN adalah pelayan masyarakat dan juga abdi negara yang tak boleh terlibat dalam politik praktis.
Ferinando juga menambahkan, dalam pelaksanaan ini sangat dilarang untuk melakukan praktek politik uang (money politic), atau tindakan lain yang bertujuan menghasut, mempengaruhi atau merusak pelaksanaan PSU.
“Kita biarkan penyelenggara bekerja, biarkan aparat keamanan menjalankan tugasnya dan kita masyarakat tidak usah datang ke TPS atau tidak usah berbondong-bondong ke Iroh Sohser untuk menyaksikan pelaksanaan PSU. Kita diam saja di kampung masing-masing dan tunggu hasil yang akan diumumkan oleh penyelenggara,”tukasnya.
Dia berharap, hasil apapun yang akan keluar nanti, tetap diterima masyarakat dan kedua pasang calon. Karena siapapun yang terpilih mereka adalah Bupati dan Wakil Bupati Maybrat bersama.(*)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: